Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemilih Domestik Harus Tiru Antusiasme Para Diaspora Gunakan Hak Pilih

📅 Selasa, 13 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemilih Domestik Harus Tiru Antusiasme Para Diaspora Gunakan Hak Pilih Doc: ANTARA/MOCH ASIM
Ket. KAMPANYE ANTI GOLPUT I Mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) Program Kekhususan Digital Media Technology Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Michelle Angelina (kanan) membuat karya dari ratusan rubik bertuliskan Gen Z Anti Golput di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/2). Karya yang dipamerkan di Ubaya tersebut bertujuan untuk mengingatkan masyarakat khususnya pada generasi muda agar menggunakan hak pilih atau tidak golput pada Pemilu 2024.

» KPU di masa tenang harus menggugah publik agar menggunakan hak pilihnya saat pemilu.

» Dengan partisipasi publik yang tinggi diharapkan tidak dinodai kasus cacat dan kecurangan.

JAKARTA - Animo para diaspora atau warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang antusias menggunakan hak pilihnya patut ditiru para pemilih dalam negeri. Dengan berbagai tantangan seperti jarak ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jauh, cuaca, dan berbagai hambatan lainnya tidak menyurutkan semangat mereka untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi.

Peneliti Politik Center of Economic and Law Studies (Celios), Yeta Purnama, mengatakan animo masyarakat di dalam negeri seharusnya sama dengan semangat yang ditunjukkan WNI yang sedang berada di mancanegara.

"Jangan sampai kertas suara kita yang belum tercoblos disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan," kata Yeta.

Sebab itu, perlu kerja sama beberapa pihak, seperti KPU, Bawaslu, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal itu untuk memastikan kemudahan akses seluruh masyarakat di berbagai penjuru termasuk yang sedang dilanda bencana, di pelosok, hingga para penyandang disabilitas agar dapat menggunakan hak suaranya dengan benar.

Direktur Kasimo Institute, Edward Wirawan, berpandangan selain kesadaran publik untuk memilih, perlu juga melihat persiapan persiapan teknis KPU terutama logistik, terkait perlunya menggugah kesadaran publik agar memilih dan tidak masuk kelompok golongan putih (golput).

"Saya melihat golput itu sebabnya pertama karena alasan-alasan tertentu dan yang kedua karena 'malas memilih'," kata Edward.

Oleh sebab itu, di masa tenang seperti saat ini, justru harus diisi KPU untuk menggerakkan demokrasi dengan menggemakan agar publik menggunakan hak pilihnya," kataya.

"KPU itu kan lembaga negara. Jadi, gunakan fasilitas negara, media, medsos, untuk 'propaganda' agar publik aktif memilih. Di masa tenang yang diam adalah para kandidat dan pendukung, sedangkan KPU harus semakin giat.

"Seruan itu penting untuk menyasar para golput yang masuk kategori malas karena alasan teknis dan sebagainya," kata Edward.

Pada kesempatan terpisah, Aktivis Kebangsaan Yogyakarta, Widihasto Wasana Putra, mengatakan gairah para pemilih luar negeri untuk ikut mencoblos surat suara pemilihan presiden dengan berbondong-bondong ke TPS adalah sesuatu yang mengharukan.

"Sangat membahagiakan melihat antusiasme, gairah, pemilih kita di luar negeri. Ini mesti mendorong warga dalam negeri untuk menggunakan hak pilihnya. Di dalam negeri TPS di dekat rumah, warga seharusnya berbondong-bondong ke TPS," kata Widihasto.

Pada setiap pilpres, rakyat harus berusaha memilih pemimpin terbaik yang ada saat ini. Tidak ada calon pemimpin yang sempurna, tapi calon pemimpin yang jelas-jelas menggunakan segala cara untuk berkuasa pastilah wajib dihindari. Rakyat, katanya, harus bisa menolak calon pemimpin haus kuasa tersebut dengan datang ke TPS dan memilih capres yang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.