Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, BNPB Minta Warga di Daerah Rawan Bencana di Kaltara Segera Direlokasi

📅 Jumat, 09 Feb 2024, 02:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BNPB Minta Warga di Daerah Rawan Bencana di Kaltara Segera Direlokasi Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Bencana di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (7/2/2024).

Jakarta - Gerak cepat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meminta kepada segenap kepala daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menyegerakan proses relokasi warga di daerah itu ketika terjadi situasi kebencanaan.

Permintaan itu disampaikannya dalam rapat koordinasi daerah yang dihadiri jajaran kepala daerah dan pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna membahas upaya mitigasi-penanggulangan bencana di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis.

"Penting karena relokasi akan sangat mengurangi risiko terdampak bencana bagi masyarakat, oleh karena itu memindahkan atau relokasi harus segera dilakukan," kata Suharyanto sebagaimana dikutip dari keterangan resmi BNPB.

Pihaknya menilai Kaltara adalah daerah yang cukup rentan dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor hingga angin kencang, selain kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu diketahui seiring kondisi cuaca dan iklim saat ini yang menurut hasil analisa BMKG sedang meningkat signifikan,pemicunya berasal dari adanya penguatan angin Monsun Asia dan aktifnya gelombang ekuator rossby - kelvin.

Adapun kedua fenomena itu sebagai faktor pembentuk awan penghujan, pola belokan angin dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia.

"Jadi Kalimantan Utara masuk musim penghujan, penanganan bencana harus dimulai pada saat sebelum terjadi bencana, itu adalah yang paling efektif dan efisien," ujarnya.

Oleh sebab itu ia menilai upaya merelokasi warga ke tempat yang lebih aman sangat mungkin dilakukan. Bahkan jauh lebih baik apabila dipersiapkan sejak menerima informasi peningkatan cuaca yang berpotensi berdampak bencana.

Ia mencontohkan seperti yang dilakukan petugas BNPB saat merespons erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur pada 2021-2022. Saat itu sebanyak 2.000 kepala keluarga warga sekitar dipindahkan dan hasilnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka terkena material erupsi gunung api itu.

"Prinsipnya pemerintah harus siap cepat dan tepat dalam kondisi seperti ini," katanya.

Pada kesempatan itu BNPB menyalurkan bantuan dukungan sumber daya darurat untuk BPBD dan TNI-Polri Kalimantan Utara yang di antaranya berupa satu unit perahu karet dan mesin, dua set tenda pengungsi, lima unit mesin alkon, dua unit genset, dan dua set alat penjernih air.

Selanjutnya sebanyak 500 paket sembako, paket hygiene kit, makanan siap saji, matras, selimut dan 500 botol sabun cair serta dukungan operasional dana siap pakai sebesar Rp250 juta.

Kemudian bantuan dana siap pakai Rp250 juta untuk Polda Kalimantan Utara dan Korem 092/Maharajalila, serta Rp150 juta untuk Kodim 0907/TRK dan Yonif 613/RJA senilai Rp100 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.