Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Siap Bahas RAM Etika Kecerdasan Buatan dengan Negara Asean dan Asia Pasifik

📅 Kamis, 08 Feb 2024, 06:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Siap Bahas RAM Etika Kecerdasan Buatan dengan Negara Asean dan Asia Pasifik Doc: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Informatika
Ket. Wamenkominfo Nezar Patria bertemu delegasi dari Asean dan Asia Pasifik dalam forum etika AI global yang diselenggarakan UNESCO di Slovenia, Selasa (6/2/2024).

Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membahas Readiness Assesment Methodology (RAM) tentang etika AI dengan negara-negara yang ada di kawasan Asean dan Asia Pasifik.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan Indonesia berkomitmen untuk menjadi pelaksana dialog interaktif antarnegara untuk membahas hal itu.

"Negara anggota kawasan Asean dan Asia Pasifik saling bertukar pikiran dan pengalaman mengenai implementasi ekosistem AI di negara masing-masing. Kami membicarakan tentang kesiapan untuk menerapkan Panduan Etika AI," kata Nezar dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu.

Komitmen itu juga disampaikan Nezar usai melakukan pertemuan bersama delegasi dari kawasan Asean dan Asia Pasifik di Brdo Congress Centre, Slovenia, Selasa (6/2).

Nezar berpendapat Indonesia siap menjembatani dialog pelaksana pembahasan RAM Etika AI itu agar berlangsung di 2024.

"Sejumlah negara di Asean belum ada yang melaksanakan ataupun siap untuk RAM, tapi beberapa negara menunjukkan kemauan dan keinginannya sebagai pelaksana. Jadi kami nanti bersama negara-negara lain di Asean akan coba untuk mempercepat proses RAM ini," tuturnya.

Dalam pengembangan AI, Pemerintah Indonesia menyikapinya secara responsif sehingga tentunya dalam menyambut pembahasan RAM etika AI maka Indonesia ingin mengambil peran aktif menjadi pelaksana.

"Karena itu, harus ada kolaborasi yang kuat dari semua negara bagaimana cara memandang, memanfaatkan dan melakukan kolaborasi untuk AI. Termasuk juga meningkatkan kapasitas SDM di masing-masing negara mengenai perkembangan mutakhir tata kelola AI," jelasnya.

Agar bisa memiliki pemahaman yang tepat mengenai AI sebagai teknologi termutakhir, Wamen Nezar Patria menilai arti penting partisipasi aktif semua pihak dalam merumuskan pengaturan tentang AI.

Ia menyatakan pembahasan itu penting mengingat kecerdasan buatan bakal menentukan masa depan wajah dunia yang lebih inklusif.

"Sehingga tidak ada negara yang terlalu dominan ataupun terlalu kuat untuk mengatur negara lain dalam perkembangan AI. Karena teknologi AI akan berdampak kepada semua umat manusia di muka bumi, karenanya perlu kesamaan pandangan dan prinsip no one left behind harus terus diterapkan," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.