Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinergi Antarpihak Perkuat Ketahanan terhadap Terorisme

📅 Senin, 05 Feb 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sinergi Antarpihak Perkuat Ketahanan terhadap Terorisme Doc: antara
Ket. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel.

Pencegahan paham radikal terorisme harus menjadi tugas semua pihak sehingga tercipta sinergi yang akan memperkuat daya tahan masyarakat.

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel mengatakan sinergi antarpihak memperkuat daya tahan terhadap ideologi radikal terorisme karena BNPT tidak mungkin bekerja sendiri untuk menanggulangi paham radikal tersebut.

"Pencegahan paham radikal terorisme adalah tugas semua pihak dan mustahil diwujudkan jika BNPT bekerja sendirian," kata Rycko saat bersilaturahim dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Duta Damai Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (4/2).

Maka dari itu, Rycko berharap sinergi antara FKPT dan Duta Damai bisa diperkuat dan diintensifkan. Domain kerja FKPT dan Duta Damai berada di wilayah pencegahan, yaitu membangun kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.

Melalui berbagai program, FKPT dan Duta Damai perlu bekerja sama untuk membangun daya tahan publik terhadap ideologi radikal terorisme dengan membangun kesadaran di tengah masyarakat terhadap ideologi tersebut.

Bentuk sinergi itu, lanjut Rycko, bisa diwujudkan dalam bentuk seminar daring melalui siaran langsung media sosial yang dikelola Duta Damai.

Kemudian, dalam seminar tersebut, FKPT bidang keagamaan bisa mengisi siaran langsung media sosial dengan kajian keagamaan dalam upaya kontraradikalisasi.

Bentuk Edukasi

Berbagai upaya tersebut merupakan bentuk edukasi kepada publik dan upaya pencegahan dini. Edukasi merupakan kata kunci untuk memberantas sel-sel jaringan terorisme.

Rycko menambahkan potensi radikalisasi yang masif menyasar tiga pihak, yaitu remaja, perempuan, dan anak-anak.

Ketiga pihak tersebut dinilai rentan karena strategi propaganda paham radikal terorisme berganti, dari awalnya menggunakan hard approach secara langsung, kini menjadi soft approach di berbagai platform media daring.

Kasus nol serangan teroris pada tahun 2023, tambahnya, tidak bisa dijadikan landasan untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah aman dari ancaman berbagai kelompok radikal terorisme.

Kelompok remaja, perempuan, dan anak-anak sangat mudah dibujuk dengan menggunakan narasi yang dibalut jubah dan atribut-atribut keagamaan.

"Mereka (kelompok radikal terorisme) menggunakan tokoh-tokoh agama primordial untuk menyebar propaganda. Tokoh-tokoh ini efektif menciptakan rasa percaya pada masyarakat, sehingga paham yang diyakininya benar," ucap Rycko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Mourinho Terus Menata Kekuatan Madrid

44 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Mourinho Terus Menata Kekua...
Olahraga
Marc Marquez Siap Kembali k...
Luar Negeri
Prancis Siapkan Pangkalan R...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.