Pengadilan Hong Kong Memerintahkan Likuidasi Raksasa Properti Tiongkok Evergrande
📅 Selasa, 30 Jan 2024, 00:34 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSektor konstruksi dan properti Tiongkok pernah menyumbang sekitar seperempat PDB negara tersebut.
Namun Presiden Xi Jinping menganggap utang yang diperoleh Evergrande dan perusahaan properti lainnya merupakan risiko yang tidak dapat diterima bagi sistem keuangan Tiongkok dan kesehatan ekonomi Tiongkok secara keseluruhan.
Pihak berwenang secara bertahap memperketat akses pengembang terhadap kredit sejak tahun 2020, dan gelombang gagal bayar pun menyusul.
Pada akhir Juni, Evergrande memperkirakan memiliki utang sebesar 328 miliar dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!