Sempat Kehabisan Listrik, Pesawat Penjelajah Bulan Milik Jepang Kembali Beroperasi
📅 Senin, 29 Jan 2024, 09:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kyodo/JAXA/Tomy Co./Sony Group Corp./Universitas D
TOKYO - Pesawat penjelajah Bulan milik Jepang, SLIM, telah kembali beroperasi, kata JAXA, badan antariksa Jepang pada Senin (29/1), yang mengindikasikan bahwa listrik telah pulih.
Setelah mendarat pada tanggal 20 Januari, JAXA mengatakan, masalah dengan baterai tenaga surya membuat pesawat tersebut tidak menghasilkan listrik.
"Tadi malam kami berhasil menjalin komunikasi dengan SLIM, dan kembali beroperasi," kata JAXA di X (Twitter).
"Kami segera memulai observasi ilmiah dengan MBC, dan telah berhasil memperoleh cahaya pertama untuk observasi 10-band," katanya, mengacu pada kamera spektroskopi multiband yang dimiliki pendarat tersebut.
Agensi tersebut memposting di X gambar yang diambil oleh Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) dari "toy poodle", sebuah batu yang diamati di dekat pendarat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendaratan tersebut menjadikan Jepang sebagai negara kelima yang melakukan pendaratan lunak di bulan, setelah Amerika Serikat, Uni Soviet, Tiongkok, dan India.
Namun sekitar tiga jam setelah mendarat, JAXA memutuskan untuk mematikan SLIM dengan sisa daya 12 persen untuk memungkinkan pengoperasian kembali ketika sudut matahari berubah.
Penjelajah mencapai tujuannya untuk mendarat dalam jarak 100 meter dari targetnya, dan mendarat pada jarak 55 meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini jauh lebih tepat dibandingkan kisaran zona pendaratan biasa yang ditetapkan para ahli pada beberapa kilometer.
SLIM bertujuan untuk mencapai sebuah kawah di mana mantel Bulan yang biasanya merupakan lapisan terdalam di bawah keraknya, diyakini tersingkap di permukaan.
Dua wahana berhasil dilepaskan, kata JAXA, satu dengan pemancar dan satu lagi dirancang untuk berputar di sekitar permukaan bulan dan memancarkan gambar ke Bumi.
Mini-rover yang bisa berubah bentuk ini, sedikit lebih besar dari bola tenis, dikembangkan bersama oleh perusahaan mainan Transformer.
Rusia, Tiongkok, dan negara lain mulai dari Korea Selatan hingga Uni Emirat Arab juga mencoba peruntungan untuk mencapai Bulan.
Pendarat Bulan Peregrine milik perusahaan AS Astrobotic mulai mengalami kebocoran bahan bakar setelah lepas landas bulan ini, sehingga misinya gagal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!