Sekolah Rakyat Banjarbaru Siapkan Siswa untuk Olimpiade Sains Nasional
📅 Minggu, 11 Jan 2026, 12:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BANJARBARU – Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan menyiapkan siswa berprestasi di bidang sains melalui pendalaman IPA sejak jenjang SMA dengan pembelajaran berbasis praktik di laboratorium fisika.
Guru IPA SRT 9 Banjarbaru Steffy (26) saat ditemui di sela pengajaran di ruang laboratorium fisika itu, Minggu (11/1), mengatakan bahwa pendalaman materi dilakukan secara bertahap dengan menekankan pemahaman konsep dasar dan keterampilan ilmiah siswa.
Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) asal Kota Malang, Jawa Timur, itu menjelaskan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di laboratorium yang sudah dilengkapi berbagai alat ukur presisi, seperti jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca, untuk melatih ketelitian dan kemampuan analisis.
"Melalui praktik tersebut siswa dilatih mengukur diameter, panjang, dan massa berbagai benda, termasuk koin dan batang statis, hingga menghitung dengan rumus-rumus agar terbiasa menerapkan metode ilmiah dalam pembelajaran," kata dia.
Adapun kelas pendalaman IPA diikuti oleh tiga siswa kelas X SMA, yakni Daffa (14), Sentia (15), dan Nindiana (15), yang dipilih berdasarkan minat dan potensi di bidang sains untuk dibina secara lebih intensif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Steffy, ketiga siswa itu selain dipersiapkan untuk seleksi mahasiswa baru jalur prestasi di perguruan tinggi dalam dan luar negeri juga untuk rangka persiapan menuju Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Rutin pak, tidak hanya belajar formal di ruang kelas mereka kami berikan pendalaman juga, ya ilmu fisika," cetusnya menambahkan.
Salah satu siswa pilihan, Daffa, mengaku gemar belajar matematika dan mulai tertarik mendalami materi pelajaran fisika setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat karena materi disampaikan secara aplikatif berperalatan lengkap dan modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Daffa merupakan warga Banjarmasin yang berasal dari keluarga dengan perekonomian rendah atau berada dalam desil 1 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagaimana kondisi dari mayoritas siswa SRT 9 Banjarbaru.
"Matematika saya waktu SMP nilainya belum begitu baik, sulit butuh konsentrasi, tapi saya suka, orang tua saya banyak mengingatkan belajar terus belajar sehingga bisa bermanfaat dan tidak bernasib seperti mereka," ungkapnya.
Laboratorium fisika SRT 9 Banjarbaru menjadi salah satu fasilitas yang akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1), dalam rangka peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang berlangsung terpusat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau SRT 9 Banjarbaru, mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis praktik penting agar siswa memahami manfaat materi yang dipelajari dalam kehidupan nyata.
Kementerian Sosial mengumumkan bahwa sebagaimana hasil pengukuran yang dilakukan berbasis teknologi ditemukan dari 16 ribu siswa Sekolah Rakyat ada sebanyak 37,4 persen atau 1.828 siswa berpotensi dalam bidang sains teknologi rekayasa dan matematika (STEM).
Kemudian dari STEM ini juga ditemukan sebanyak 1.204 siswa bakatnya pada bidang teknik sebagai mekanik atau teknisi otomotif, insinyur sipil atau teknik infrastruktur, operator industri hingga arsitek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!