Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik dan Tetap Stabil

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 16:50 WIB | Oleh:
Menkeu Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik dan Tetap Stabil Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan. Ia mengatakan pemerintah akan menahan dampak lonjakan harga minyak dunia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tidak (BBM tidak naik), jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang," ujar Purbaya usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan skema subsidi energi telah dirancang dalam perencanaan anggaran tahunan pemerintah. Fluktuasi harga minyak dunia, kata Purbaya, sudah diperhitungkan dalam penyusunan APBN.

“Kan subsidi kita diatur dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN," ucap Purbaya.

Purbaya menegaskan APBN berfungsi sebagai instrumen untuk meredam gejolak ekonomi global. Langkah ini penting agar masyarakat tidak langsung terbebani kenaikan harga energi yang signifikan.

"Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan. Entah ini peningkatan pendapatan supaya APBN kita aman dan sampai sekarang hitungannya masih aman," kata Purbaya.

Selain itu, pemerintah akan menjaga keseimbangan fiskal melalui pengendalian belanja dan peningkatan penerimaan negara. Upaya tersebut, lanjut dia, dilakukan agar kondisi keuangan negara tetap stabil di tengah tekanan global.

"Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya. Tanpa kenaikan beban yang berlebihan, itu yang kadang-kadang dilupakan orang," ujar Purbaya.

Ia berharap kebijakan ini mampu menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional. Sehingga ktivitas ekonomi tetap berjalan normal meski terjadi kenaikan harga energi dunia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.