Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KH Marsudi Syuhud Harap NU Terus Membumikan 'Aswaja'

📅 Minggu, 28 Jan 2024, 15:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
KH Marsudi Syuhud Harap NU Terus Membumikan 'Aswaja' Doc: antarafoto
Ket. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud (kiri)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud berharap Nahdlatul Ulama (NU) dalam momentum hari lahirnya yang ke-101, terus membumikan paham ahlussunnah waljama'ah (aswaja).

"Terus membumikan paham aswaja, yang kemudian menjadi budaya kebangsaan yang mulai beberapa periode kepemimpinan NU ke belakang sudah menjadi rujukan, tidak sekadar di Indonesia namun juga internasional," kata KH Marsudi dalam keterangannya diterima di Jakarta, Minggu (28/1).

Ia menjelaskan, aswaja merupakan paham keagamaan pemersatu bangsa yang tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). Artinya, paham ini mengajarkan toleransi yang bisa diterima oleh seluruh kalangan hidup satu sama lain.

"Paham ini adalah paham pembumian nilai-nilai agama dengan sosial kemasyarakatan, sehingga menjadi budaya yang kuat yang bisa diekspor ke berbagai belahan dunia," ucap KH Marsudi.

Lebih lanjut, KH Marsudi berharap NU juga terus menaruh perhatian pada bidang pendidikan dan kesehatan.

Dalam bidang pendidikan, ia berharap NU membesarkan dan menambah lembaga pendidikan untuk perkembangan keilmuan. Selain itu, ia juga berharap pengurus NU lebih memprioritaskan sektor kesehatan.

"Menurut saya sektor kesehatan hari ini yang harus dikembangkan, karena masih banyak kebutuhan rumah sakit yang dengan kekhasan-nya masih dibutuhkan," tuturnya.

Di bidang politik, KH Marsudi mengingatkan bahwa NU menganut politik kebangsaan untuk memastikan empat hal.

Pertama, berjalan-nya seluruh pengambilan kebijakan politik dengan musyawarah; kedua, tanggung jawab kemaslahatan individu; ketiga, dan kemaslahatan publik dalam hak-hak dan persamaan hak di antara manusia; serta keempat, membantu untuk menyatukan dan membangun bangsa, bukan politik partisan.

Berikutnya, ia ingin budaya kumpul-kumpul di kalangan NU terus dijaga dan diperkuat. Menurut dia, budaya kumpul-kumpul tersebut mampu mempersatukan bangsa.

"Budaya ini telah berjalan dari sebelum berdiri-nya NU itu sendiri, betapapun kelihatannya sepele yang kelihatannya cuma yasinan, tahlilan, selawatan, selamatan, maulidan, rajaban, ruwatan, suroan, Agustusan, Hari Santri, majelis ta'lim, majelis zikir, halal bihalal, dan kumpal-kumpul lainnya, ini harus terus dijaga dan diperkuat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.