Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Smesco Perluas Akses Ekspor UMKM  

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 18:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Smesco Perluas Akses Ekspor UMKM   Doc: ANTARA/Kuntum Riswan.
Ket. Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia Leonard Theosabrata (kiiri) saat konferensi pers di Kantor KemenKopUKM, Jakarta, Kamis (25/1/2024).

JAKARTA - Smesco Indonesia akan memperluas akses ekspor bagi pelaku UMKM melalui program trade show atau pemeran dagang yang akan mengenalkan berbagai produk unggulan.

"Kalau kita mau mendorong ekspor pasti perlu pameran skala internasional. Kalau tidak industrinya tidak berkembang. Kalau hanya cross border dan marketing lewat e-commerce tapi saya rasa yang paling baik trade show yang bertemu directly dengan buyer tapi (pamerannya) tematik dan fokus," kata Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia Leonard Theosabrata saat konferensi pers di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Kamis (25/1).

Leonard menuturkan pada 2024, Smesco akan mulai menyasar pasar ekspor setelah berfokus pada pengembangan UMKM skala nasional pada tahun-tahun sebelumnya.

Rencananya, pameran dagang tematik tersebut rencananya akan dilaksanakan pada kuartal 3 tahun 2024 atau beriringna dengan waktu pameran dagang tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan. Lokasi pameran yang dipilih adalah Kawasan Ekonomi Khusus, Sanur, Bali yang terkenal dengan sektor food and beverage, wellnes, dan beauty.

"Kita juga ada Smesco Hub Timur di sana dan ada fasilitas yang memadai di sana. Dengan memuali showcase food and beverage yang ada di indonesia juga mendukung narasi yang ada di pemerintah Indonesia, salah satunya Indonesia Spice Up The World," ucapnya.

Lebih lanjut Leonard menyampaikan bahwa untuk mendukung ekonomi dan perkembangan UMKM di Indonesia, pihaknya juga telah memulai penjajakan dengan persatuan pelajar di luar negeri untuk mewujudkan program Duta Ekspor.

Nantinya Duta Ekspor tersebut memiliki kewajiban untuk memetakan kondisi pasar di luar negeri, membangun jaringan hingga membentuk enterpreneur dengan melibatkan diaspora yang bermukim di luar negeri.

"Saya sudah zoom meeting dengan perwakilan dari Jepang, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika, mereka sangat antusias. Untuk pertama kita mau mereka mapping karena mereka kan ada di sana, mereka ada insight yang lebih baik dan keadaan kondisi disana, jadi mereka maping, market intelligence," katanya.

Tak sampai di situ, sebagai upaya menjadikan produk UMKM mampu menembus pasar ekspor, Smesco juga akan berguru dengan perusahaan packaging atau kemasan dari Jepang.

Leonard menilai, produk UMKM sudah memiliki kualitas produk yang baik dan dilengkapi dengan berbagai sertifikasi seperti sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, kemasan produk UMKM belum sepenuhnya mampu memenuhi standar kemasan untuk ekspor.

"Saya pikir kalau Indonesia mau maju, produk disiapkan dengan baik, dari BPOM, quality control, insurance rasa dan packaging juga harus benar. Kalau mau belajar harus belajar dari yang paling jago yaitu Jepang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.