Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjabat Gubernur: Rumah Sakit di Kalbar Kekurangan Dokter Spesialis

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penjabat Gubernur: Rumah Sakit di Kalbar Kekurangan Dokter Spesialis Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Pj Gubernur dan jajaran mengunjungi pasien yang sedang dirawat dan meninjau infrastruktur di sekitar RSU YARSI Pontianak usai menghadiri pengukuhan Direktur Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak Masa Bhakti 2024-2028, Rabu (24/1/2024).

Pontianak - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

"Saat ini setiap rumah sakit yang ada di Kalbar dihadapkan pada beberapa tantangan, terutama dalam hal kekurangan tenaga dokter spesialis. Namun, Pemerintah Provinsi telah berupaya memperbaiki situasi tersebut dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," kata Harisson saat menghadiri acara pengukuhan Direktur Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak Masa Bhakti 2024-2028. Acara berlangsung di ruang pertemuan Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak, Rabu.

Harisson menyatakan, selain masalah kekurangan dokter spesialis, rumah sakit di Kalbar juga mengalami kekurangan tenaga pendukung bidang kesehatan.

"Kita memang sudah menyekolahkan beberapa dokter-dokter sub spesialis ke beberapa centerfakultas kedokteran yang mendidik dokter Sub Spesialis atau Spesialis, tapi memang kita perlu waktu," tuturnya.

Pj Gubernur menekankan perlunya waktu untuk mengatasi kekurangan tersebut dan menjelaskan upaya koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Dia juga menggarisbawahi peran RSU YARSI Pontianak dalam memberikan pelayanan yang semakin membaik, tercermin dari peningkatan kunjungan pasien yang signifikan.

"Saya lihat dari kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum YARSI ini sudah meningkat 3 kali lipat, bahkan 4 kali lipat kalau kita bandingkan dengan 3 tahun yang lalu. Kita minta terus ditingkatkan pelayanannya," katanya.

Dalam sambutannya, pada kegiatan tersebut, Harisson memberikan apresiasi terhadap terpilihnya kembali dr. Carlos Dja'afara, M.Kes., sebagai Direktur RSU YARSI Pontianak untuk periode 2024-2028. Dirinya juga memuji prestasi dan dedikasi dr. Carlos Dja'afara, yang sebelumnya telah diangkat sebagai Dokter Teladan Tingkat Nasional saat bertugas di Puskesmas Sungai Duri.

"Kita tentu berharap keberlanjutan peningkatan pelayanan tersebut dengan dikukuhkannya Direktur baru RSU YARSI Pontianak," kata Harisson.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.