Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebutuhan Listrik IKN Dapat Disuplai dari Kaltara

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 03:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebutuhan Listrik IKN Dapat Disuplai dari Kaltara Doc: antara
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik.

TANJUNG SELOR - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menyebutkan kebutuhan energi listrik bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat disuplai dari Kalimantan Utara dan peluang membuka kerja sama terkait hal tersebut.

"Pasti (ada peluang kerja sama), kita tahu bahwa penyuplai energi untuk IKN itu yang terbesar adalah dari Kalimantan Utara karena di sini (Kalimantan Utara) sedang dibangun PLTA terbesar di Indonesia," kata Akmal Malik di Tanjung Selor, kemarin.

Di Kalimantan Utara sedang dibangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yakni PLTA Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan berkapasitas 9.000 Mega Watt (MW) dan PLTA Mentarang Induk di Kabupaten Malinau berkapasitas 1.375 MW.

Pembangunan PLTA Mentarang Induk ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Maret 2023. Adapun PLTA SUngai Kayan sudah dimulai pembangunan bendungan tahap satu dari lima bendungan yang direncanakan.

Saat di Malinau, Presiden Jokowi menyatakan PLTA Mentarang Induk juga bakal menyuplai pasokan listrik ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Suplai listrik itu akan terkoneksi dengan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Akmal Malik melanjutkan, kolaborasi Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara sangat dibutuhkan ke depan dalam rangka mendukung pembangunan dan perkembangan IKN ke depan.

Menurut dia, dua provinsi ini telah membangun sinergi yang kuat sebagai daerah induk dan daerah pemekaran.

Dia mengatakan, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara tidak akan dibatasi oleh persoalan administratif. Sebaliknya, dari sisi fungsional, kedua provinsi ini sudah sejak lama memiliki fungsi yang bagus.

"Tinggal komunikasi apa lagi yang Kalimantan Utara bisa lakukan, mungkin menyuplai pangan ke IKN," ujar Akmal Malik.

Dia mengatakan, kebutuhan pangan Kalimantan Timur sejauh ini dominan disuplai dari Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa. Untuk itu, dia menyebut kehadiran Kalimantan Utara juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan pangan IKN ke depan.

"Dan kami optimistis Kalimantan Utara bisa karena potensi pangan yang dimilikinya sangat besar seperti potensi perikanan, pertanian, dan perkebunannya," ujar dia.

Untuk menindaklanjuti potensi itu kata Akmal, Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara segera melakukan komunikasi secara government to government atau antar dua pemerintah daerah maupun secara business to business atau antara BUMD/swasta dua daerah. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.