Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Hujan Deras, Longsor dan Pergerakan Tanah Landa Sejumlah Wilayah di Sukabumi

📅 Rabu, 24 Jan 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Hujan Deras, Longsor dan Pergerakan Tanah Landa Sejumlah Wilayah di Sukabumi Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Unsur Forkopimcam Cibadak saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Kampung Pancalikan, RT 03/015, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Selasa (22/1/2024).

Sukabumi - Bencana tanah longsor dan pergerakan tanah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa ini yang dipicu oleh hujan deras yang turun hampir sepanjang hari.

"Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka, namun dampak dari bencana tersebut selain merusak rumah juga sempat memutus akses jalan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor," kata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria di Sukabumi, Selasa.

Informasi yang dihimpun dari BPBD setempat bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cigadog, RT 01 dan 05, RW 06, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara yang mengakibatkan jalan kabupaten setelah Jembatan Cimandiri terbawa longsor, sehingga bahu jalan lebih dari 50 cm terbawa longsor.

Tidak jauh dari lokasi tersebut tepatnya di Kampung Babakancigadog RT 01/06, longsor mengancam satu unit rumah warga yang dihuni satu kepala keluarga atau lima jiwa. Seluruh lokasi yang terdampak bencana tanah longsor sudah mendapatkan penanganan.

Kemudian bencana pergerakan tanah di Kampung Pasirbitung, RT 01/01, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran mengakibatkan jalan Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Pabuaran-Bojong menuju Desa sukajaya mengalami anjlok sekitar 30 cm dengan panjang 30 meter dan lebar 6 meter.

Bencana pergerakan tanah di daerah ini juga pernah terjadi pada 2016 lalu, di mana tanah retak dan amblas hingga ke permukiman warga yang jaraknya sekitar 200 meter dan mengancam kurang lebih 40 rumah.

Selanjutnya longsor tebing di Kampung Halimun, Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara mengakibatkan saluran irigasi tertutup longsoran dan dampaknya air dari saluran irigasi itu meluap ke jalan.

Tidak jauh dari lokasi, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Warungkiara menemukan sejumlah titik longsor kecil di sepanjang jalan Kabupaten Sukabumi tepatnya di Tanjakan Sidaweng, Kampung Lio.

Satu rumah di Kampung Cibuhung, RT 01/02, Desa Mangunjaya, Kecamatan Bantargadung, rusak berat akibat tertimbun longsor, namun tidak ada korban jiwa maupun luka pada kejadian ini. Hanya saja, tanah yang longsor menutupi ruas jalan Kabupaten Sukabumi dengan panjang sekitar 60 meter.

Longsor tebing setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter yang terjadi di Kampung Cicareuh, RT 05/02, Desa Tamansari, Kecamatan Cikidang mengakibatkan empat rumah terdampak.

Bahkan, akibat kejadian itu dua kepala keluarga dengan jumlah jiwa lima orang harus mengungsi karena kondisi rumahnya yang rusak dan sudah tidak layak huni. Tidak hanya itu, longsor juga menutup akses jalan warga sehingga tidak bisa dilalui kendaraan untuk nilai kerugian masih dalam pendataan.

Terakhir, tembok penahan tanah (TPT) setinggi 4 meter dengan panjang 6 meter di Kampung Pancalikan, RT 03/015, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak longsor. Akibat bencana tersebut sebanyak tiga unit rumah yang dihuni lima kepala keluarga atau 20 jiwa terancam.

Sandra mengatakan untuk lokasi yang terdampak bencana sudah mendapatkan penanganan, selain itu bantuan darurat pun mulai diserahkan kepada para penyintas bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.