Jelang Pemilu, Gangguan Informasi Makin Intens, Bagaimana Mengatasinya?
📅 Senin, 22 Jan 2024, 11:36 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, debunking merupakan upaya penyajian fakta informasi yang benar. Kadang dianggap sebagai kegiatan "melabeli hoaks". Jadi sebelum tersebar-dan akhirnya di-debunk, meskipun mungkin sudah memakan korban, berita hoaks tidak akan terdiseminasi oleh masyarakat yang sudah imun. Dua pekerjaan tersebut sebenarnya sulit dilakukan di tengah derasnya arus gangguan informasi.
Namun dengan bantuan berbagai pihak secara kolaboratif, misalnya platform digital, maka organisasi masyarakat sipil yang fokus pada metode-metode literasi pembongkaran gangguan informasi diharapkan dapat berbuat lebih masif.
Pada akhirnya, kesiapsiagaan masyarakat sipil, pemerintah dan swasta tidak hanya pada konteks Pemilu, tetapi juga pengentasan gangguan informasi dengan program dan inisiatif jangka panjang. Kerja sama multiaktor pada tataran regulasi dan tata kelola menjadi kunci.
Edukasi dan literasi menjadi kunci kedua menuju media sosial yang aman, nyaman dan demokratis. Upaya yang baik sudah mulai ditunjukkan pada Pemilu 2024, namun memerlukan keberlanjutan, serta pemantauan dan evaluasi yang komprehensif.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Unggul Sagena, Technology Governance & Civil Society Researcher, Digital Rights Activist, Universitas Indonesia
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!