Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perwakilan Korsel, AS, dan Jepang Bahas Korut

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 02:35 WIB | Oleh:
Perwakilan Korsel, AS, dan Jepang Bahas Korut Doc: AFP/Ahn Young-joon
Ket. Pertemuan Trilateral l Perwakilan dari Korsel, Kim Gunn (tengah), Perwakilan AS, Jung Park (kiri), dan Perwaklan dari Jepang, Hiroyuki Namazu, berfoto bersama di kantor Kementerian Luar Negeri di Seoul pada Kamis (18/1). Pertemuan trilateral ini fokus untuk menangani provokasi Korut.

SEOUL - Perwakilan nuklir Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang, telah membahas kerja sama untuk menangani provokasi Korea Utara (Korut).

Ketua Juru Runding Perdamaian Semenanjung Korea, Kim Gunn, Kepala Perwakilan Khusus AS untuk Kebijakan Korut, Jung Park, dan Kepala Biro Kebijakan Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang, Hiroyuki Namazu, menggelar pertemuan trilateral di Seoul pada Kamis (18/1).

Kim Gunn dalam pidato pembukaannya mengatakan bahwa pihaknya sedang melanjutkan upaya untuk membangun perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan di Semenanjung Korea.

"Namun Korut secara konsisten mengambil arah yang berlawanan," ucap Kim Gunn.

Kim Gunn juga mengkritik bahwa Korut melakukan kebijakan isolasi dengan menciptakan ketegangan demi solidaritas internalnya. Hal itu tampak dari arahan baru-baru ini yang mengumumkan rencana untuk menghapuskan organisasi terkait Korsel, dan juga tetap berpegang pada taktik lama yang mengalihkan tanggung jawab ke Korsel dan AS.

Ia pun menegaskan bahwa upaya anakronistis seperti itu hanya akan merugikan diri sendiri dan penumpukan militer yang tidak ditopang oleh perekonomian yang kuat tidak dapat bertahan lama.

Perwakilan dari ketiga negara tersebut juga berbagi pendapat mengenai tren hubungan Korut dan Russia, seperti kunjungan Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son-hui, ke Russia, dan menyatakan bahwa segala bentuk pertukaran antara Pyongyang dan Moskwa harus dijalankan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan hukum internasional yang berlaku.

Ketiganya pun lalu membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama dengan masyarakat internasional untuk menahan kerja sama militer antara Korut dan Russia.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Khusus AS untuk Kebijakan Korut, Jung Park, pertama kalinya menghadiri pertemuan tatap muka dengan perwakilan nuklir Korsel dan Jepang, setelah Perwakilan Khusus AS untuk Korut, Sung Kim pensiun pada akhir tahun lalu.

Jung Park yang merupakan perwakilan, mengambil alih tugasnya dengan nama baru, yaitu 'Kepala Perwakilan Khusus AS untuk Kebijakan Korut dan memimpin kebijakan Kementerian Luar Negeri AS.

Seruan Amerika

Sebelum terjadinya pertemuan perwakilan nuklir di Seoul, AS kembali menegaskan seruannya kepada Korut untuk segera menghentikan aktivitas destabilisasi dan kembali ke jalur diplomasi, di tengah provokasi yang terus berlanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan pada Rabu (17/1) dalam konferensi pers, bahwa Washington DC menyerukan Pyongyang untuk menahan diri dari tindakan dan pernyataan provokatif yang mengganggu stabilitas dan kembali ke jalur diplomasi.

"AS mendorong Korut untuk terlibat dalam diskusi substantif guna mengidentifikasi cara mengelola risiko militer dan menciptakan perdamaian abadi di Semenanjung Korea," kata Miller.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.