Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Kembali Serang Peluncur Rudal Houthi

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh:
AS Kembali Serang Peluncur Rudal Houthi Doc: ISTIMEWA
Ket. Antony Blinken, Menlu AS

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS), pada Rabu (17/1), melakukan serangan terhadap 14 rudal yang siap diluncurkan oleh Houthi di Yaman, setelah Washington kembali menetapkan kelompok pemberontak sebagai entitas teroris atas serangan mereka terhadap kapal dagang di Laut Merah.

Dikutip dari France 24, Houthi yang telah beberapa kali mendapat serangan udara sebagai tanggapan atas serangan mereka pada jalur pelayaran internasional, termasuk sebuah kapal kargo curah milik AS setelah penetapan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu berjanji melanjutkan serangan yang mereka katakan sebagai dukungan terhadap warga Palestina di Gaza.

"Pasukan AS melakukan serangan terhadap 14 rudal Houthi yang didukung Iran yang dimuat untuk ditembakkan di wilayah yang dikuasai Huthi di Yaman," kata Komando Pusat AS atau The United States Central Command (Centcom) dalam sebuah pernyataan.

"Rudal-rudal yang berada di jalur peluncuran ini menghadirkan ancaman nyata terhadap kapal dagang dan kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut dan dapat ditembakkan kapan saja, sehingga mendorong pasukan AS untuk menggunakan hak dan kewajiban mereka untuk membela diri," kata Centcom.

Hani Kayed, seorang warga kota pelabuhan Hodeida, Yaman, berusia 44 tahun, mengaku mendengar ledakan sekitar pukul 02:16 di timur kota dekat bandara.

Hodeida dan Taez termasuk di antara kota yang menjadi sasaran serangan putaran pertama AS dan Inggris di Yaman pekan lalu. Outlet media Houthi Al-Masirah TV, mengatakan keduanya kembali terkena serangan dalam gelombang terbaru, bersama dengan tiga wilayah lainnya.

Daftar Entitas Teroris

AS sebelumnya mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan mengembalikan Houthi ke daftar entitas "teroris".

"Departemen Luar Negeri hari ini mengumumkan penetapan Ansarallah, yang biasa disebut Houthi, sebagai kelompok teroris global yang ditunjuk secara khusus, efektif 30 hari sejak hari ini," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam sebuah pernyataan.

"Selama penundaan implementasi selama 30 hari, pemerintah AS akan melakukan sosialisasi yang kuat kepada para pemangku kepentingan, penyedia bantuan, dan mitra yang berperan penting dalam memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan impor komersial komoditas penting di Yaman," katanya.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan penunjukan tersebut menjadi sarana penting untuk menghalangi pendanaan teroris kepada kelompok Houthi, semakin membatasi akses mereka ke pasar keuangan, dan meminta pertanggungjawaban mereka atas tindakan mereka."

"Jika Houthi menghentikan serangan mereka di Laut Merah dan Teluk Aden, Amerika Serikat segera mengevaluasi kembali penunjukan ini," kata Sullivan dalam sebuah pernyataan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.