Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Apresiasi Penanganan Lonjakan Pergerakan Masyarakat di Masa Nataru

📅 Kamis, 18 Jan 2024, 17:22 WIB | Oleh:
DPR Apresiasi Penanganan Lonjakan Pergerakan Masyarakat di Masa Nataru Doc: Istimewa.
Ket. Rapat kerja terkait evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru 2023/2024 di Jakarta, Kamis (18/1). 

JAKARTA - Komisi V DPR RI mengapresiasi penanganan lonjakan pergerakan masyarakat di masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

"Kami mengapresiasi pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait yang telah menyelenggarakan angkutan Nataru dengan aman, lancar, dan terkendali," ujar Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dalam rapat kerja terkait evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru 2023/2024 di Jakarta, Kamis (18/1).

Ia juga menyampaikan sejumlah rekomendasi yang harus dilakukan Kementerian Perhubungan bersama pemangku kepentingan.

Diantaranya, terkait meningkatkan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan, meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan SOP di setiap moda transportasi, serta meningkatkan pengawasan terhadap harga tiket.

Pada kesempatan sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, penyelenggaraan angkutan nataru secara umum berjalan dengan baik dan lancar.

"Mobilitas masyarakat terlihat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di sisi lain jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan," katanya.

Berdasarkan resume hasil Positioning Mobile Data (PMD) yang dilakukan dari 16 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024, terdapat 126 juta pergerakan masyarakat keluar provinsi maupun di dalam provinsi. Jumlah ini tidak berbeda jauh dengan hasil survei potensi pergerakan masyarakat yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub yang berjumlah 107 juta orang atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, total penumpang angkutan umum selama periode Nataru juga mengalami peningkatan sebesar 21% dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini pergerakan penumpang sebesar 13,627 juta penumpang, sedangkan tahun lalu sebesar 11,25 juta penumpang.

Selanjutnya, kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru turun12%. Sebanyak 3.412 kejadian pada Nataru 2023/2024 dibandingkan dengan 3.865 kejadian pada periode Nataru 2022/2023.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergitas yang baik antar pemangku kepentingan serta saran dan masukan dari Komisi V DPR RI," ucap Budi.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, dengan berbagai rekayasa lalu lintas yang dilakukan, tercatat kecepatan rata-rata kendaraan yang melalui jalan tol MBZ dari arah Barat ke Timur mencapai 81,1 km/jam.

Untuk masa arus balik (Semarang-Jakarta via tol) melalui melalui jalan tol MBZ, kecepatan rata-rata mencapai 84,9 km/ jam dan yang melalui Japek Bawah kecepatan rata-rata mencapai 83,5 km/ jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.