Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Harus Tunjukkan Komitmen Kuat Atasi Perubahan Iklim

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 08:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Tunjukkan Komitmen Kuat Atasi Perubahan Iklim Doc: istimewa

JAKARTA - Indonesia belum dipandang sebagai pemimpin agenda perubahan iklim global karena hingga kini sejumlah masalah lingkungan masih kerap terjadi seperti deforestasi atau perusakan hutan dan mangrove. Pengaruh Indonesia masih kalah dibanding Brasil dan India.

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan untuk menunjukkan kepemimpinan dalam mengatasi perubahan iklim, Indonesia harus mampu mewujudkan komitmennya secara serius, terutama dalam aspek konservasi dan rehabilitasi.

Dari data global forest watch, memang terjadi penurunan deforestrasi terutama sejak 2016, tetapi angkanya masih cukup besar di atas 100 ribu hektare (ha) per tahun, sedangkan secara akumulatif dari 2001 hingga 2022 mencapai 4,1 juta ha, artinya jika dirata-rata mencapai 186 ribu ha per tahun.

Sedangkan untuk hutan mangrove, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan lajunya mencapai 5 persen per tahun dengan luas sekitar 1,6 juta ha yang masih terjaga, sekitar 1,8 juta ha mengalami kerusakan. "Dan sejak 1990 kita telah kehilangan 40 persen hutan mangrove," ungkap Hafidz kepada Koran Jakarta, Rabu (10/1).

Untuk kebakaran hutan, paparnya, dengan kondisi curah hujan relatif tinggi dan beriklim dua musim, Indonesia relatif aman, kecuali pada masa-masa El Nino, seperti pada 2014, 2019 dan pertengahan 2023. "Jadi, kendali kebakaran hutan akan terbukti dalam menghadapi kerentanan tinggi, pada 2023 mencapai lebih dari 900 ribu hektare," paparnya

Karena itu, Hafidz mendorong kepastian regulasi untuk mencapai target penurunan signifikan deforestrasi, sambil juga melakukan upaya-upaya mengintensifkan restorasi lahan kritis. Dirinya juga mendorong insentif bagi berbagai upaya konservasi dan restorasi lahan kritis.

Selain itu, lanjutnya, penegakan hukum perlu diperkuat guna mencegah pembabatan hutan, bersamaan dengan penertiban izin-izin usaha terutama di kawasan hutan dan pengawasan terhadap izin usaha di berbagai sektor terkait.

"Lalu, ditambah keterpaduan data pusat daerah juga menjadi kuncinya untuk memastikan perencanaan wilayah lebih selaras dengan upaya-upaya pencegahan krisis iklim," jelasnya.

Aksi Mitigasi

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan Indonesia memang berhasil menunjukkan keberhasilan melakukan aksi mitigasi perubahan iklim di tingkat domestik. Ini mendapatkan apresiasi internasional.

"Kita mendapatkan banyak bantuan internasional untuk itu. Tetapi saya kira Indonesia belum dipandang sebagai pemimpin agenda iklim global bagi negara negara berkembang (G77 + Tiongkok). Saya lihat negara seperti Brasil atau Afrika Selatan jauh lebih berpengaruh dalam agenda agenda iklim global," ucapnya.

Fabby menegaskan persoalan besar Indonesia adalah konsistensi. "Kita punya target-target ambisius, tetapi implementasi lemah. Banyak ketidakpastian karena kebijakan yang tumpang tindih dan koordinasi antarsektor yang sukar," tegasnya.

RI, ungkapnya, mempunyai kesempatan menjadi leader bagi negara berkembang dalam menghadapi krisis iklim. Namun, kesempatan itu tidak digunakan dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.