Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Prioritaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Banten

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Prioritaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Banten Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pemprov Banten
Ket. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Virgojanti, di Serang, Banten, Rabu (10/1/2024).

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada tahun anggaran 2024 memprioritaskan empat program yaitu penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, gizi buruk, dan pengendalian inflasi.

"Ada empat program prioritas di anggaran tahun ini yaitu penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, gizi buruk, dan pengendalian inflasi," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Virgojanti, di Serang, Banten, Rabu.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten pihaknya juga akan melihat hasil rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai wilayah dan faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan.

"Dari rekomendasi BPS kita lihat juga bagaimana, wilayah mana saja, sehingga program itu dapat tepat sasaran," katanya.

Sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan, Pemprov Banten telah menyiapkan tiga strategi, mulai dari strategi mengurangi beban pengeluaran, mengurangi kantong-kantong kemiskinan dan meningkatkan pendapatan.

Ketiga strategi tersebut nantinya akan dilakukan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten dengan berbagai program kegiatannya selama tahun anggaran 2024.

Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menuturkan Pemprov Banten bersama seluruh kabupaten dan kota di daerah itu terus menggiatkan pembangunan yang sudah diformulasikan di masing-masing APBD Tahun 2024.

Al Muktabar memastikan terus konsisten untuk mengimplementasikannya, karena itu bagian dari gerakan reformasi birokrasi tematik berdampak yang sudah diluncurkan beberapa tahun lalu.

"Saya pastikan formulasi APBD di provinsi serta kabupaten dan kota mendukung ke arah pembangunan tematik itu seperti penanganan stunting, gizi buruk, peningkatan investasi serta penanggulangan kemiskinan ekstrem," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.