Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Niniwe', Kota Megah Peninggalan Bangsa Asyur

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Niniwe', Kota Megah  Peninggalan Bangsa Asyur Doc: afp/ Ludovic MARIN

Bangsa Asyur mendirikan dan membangun Kota Niniwe dalam dua periode berbeda. Kota megah ini terkenal dengan sebutan "istana tanpa saingan" yang besar dan megah, sebelum runtuh oleh sekutu.

Niniwe atau Niniveh yang kini berada di Mosul, Irak, adalah salah satu kota tertua dan terbesar di zaman kuno. Awalnya dikenal sebagai Ninua, sebuah pusat perdagangan yang kemudian menjadi salah satu kota terbesar dan paling makmur di zaman kuno.

Kota Niniwe sangat dihargai oleh para penulis zaman dahulu. Apalagi wilayah yang telah dihuni sejak 6000 SM, pada 3000 SM, telah menjadi pusat keagamaan penting untuk pemujaan Dewi Ishtar.

LamanWorld Historymenyebut nama Niniwe masih diperdebatkan, tetapi kemungkinan besar berkaitan dengan awalan Nin atau Nina yang sering muncul dalam nama dewa (Ninhursag, Ninurta, dan banyak lainnya) dan bisa berarti "Rumah Dewi" namun secara khusus berarti "Rumah dari Ishtar", sebuah kota yang dikaitkan dengan dewi itu sejak awal.

Wilayah ini berada langsung di bawah kekuasaan Asyur pada masa pemerintahan Shamashi Adad I (memerintah 1813-1791 SM). Namun periode waktu paling berkembang sepenuhnya berada pada masa Kekaisaran Neo-Asyur (912-612 SM) oleh Sanherib yang memerintah 705-681 SM.

Sanherib, raja Asyur yang paling terkenal, terkait erat dengan kota ini karena ia menjadikannya ibu kota Kekaisaran Neo-Asyur. Sarjana modern juga percaya bahwa dia mungkin yang membangun Taman Gantung di Niniwe yang kemudian dianggap milik dari Kerajaan Babilonia.

Niniwe disebutkan dalam alkitab, terutama dalam Kitab Yunus, yang dikaitkan dengan dosa dan kejahatan. Namun, sebelum kejatuhannya, Niniwe adalah pusat kota terbesar di dunia, dihiasi dengan taman, patung, taman, dan kebun binatang serta dianggap sebagai pusat kebudayaan yang hebat.

Meskipun wilayah tersebut telah dihuni sejak zaman Neolitikum dan peradaban didirikan oleh 6000 SM, orang pertama yang diketahui tinggal di sana adalah suku Hatti. Orang-orang ini, yang membangun ibu kota besar mereka di Hattusa, kemungkinan besar membangun kota pertama Niniwe walaupun sebutannya saat itu tidak diketahui.

Kota awal ini dibangun di atas garis patahan dan akibatnya mengalami kerusakan akibat sejumlah gempa bumi. Penggalian arkeologi telah mengungkap sejumlah kota yang naik dan turun di situs tersebut.

Bangsa Akkadia kemudian merebut wilayah tersebut pada masa pemerintahan raja pertama mereka, Sargon Agung (2334-2279 SM), yang menaklukkan seluruh Mesopotamia serta wilayah Anatolia seperti Kilikia. Gempa bumi pada tahun 2260 SM menghancurkan kuil pertama Ishtar di Niniwe, kemungkinan dibangun oleh Sargon Agung, yang dibangun kembali oleh Raja Akkadia, Manishtusu (memerintah 2270-2255 SM) yang juga menambah luas kota tersebut.

Bangsa Akkadia juga mengasosiasikan kota tersebut dengan Ishtar dan menguasainya hingga jatuhnya kerajaan mereka pada sekitar 2083 SM. Pada saat ini bangsa Hatti memperoleh kembali otonomi mereka di wilayah tersebut untuk sementara waktu sampai mereka dikuasai oleh bangsa Asiria dan Amori.

Orang Amori menduduki Niniwe dan meninggalkan banyak prasasti dan konstruksi lainnya yang kemudian dibongkar. Raja Asiria, Shamashi Adad I, lalu mengusir orang Amori dari wilayah tersebut dan mendirikan ibu kota Asiria di Ashur, sementara Niniwe berkembang sebagai pusat perdagangan.

Ketika Shamashi Adad I meninggal, wilayah tersebut ditaklukkan oleh orang Amori di bawah pimpinan Raja Hammurabi dari Babilonia (memerintah 1792-1750 SM). Setelah kematian Hammurabi, kerajaannya runtuh dan Niniwe direbut oleh Asyur di bawah pemerintahan Adasi (memerintah sekitar 1726-1691 SM).

Akan tetapi, wilayah tersebut tidak sepenuhnya diamankan oleh Asyur, hingga masa pemerintahan raja besar Adad Nirari I (memerintah sekitar 1307-1275 SM) yang memperluas kekuasaan Asiria dan menetapkan batas-batas Kekaisaran Asiria Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.