“Niniwe', Kota Megah Peninggalan Bangsa Asyur
📅 Kamis, 11 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoRaja Shalmaneser I (memerintah 1274-1245 SM, pembangun Kota Kalhu) diketahui telah membangun sebuah istana dan kuil di Niniwe. Ia memperbarui kota tersebut dan dianggap sebagai pembangun tembok pertama yang mengelilingi pemukiman tersebut.
Kota ini kemudian berkembang secara dramatis dalam ukuran, sedangkan kemegahan dan ketenaran terjadi di bawah pemerintahan Raja Sanherib yang menjadikan Niniwe sebagai ibu kotanya. Sancherib adalah putra Raja Sargon II (memerintah 722-705 SM) yang membangun ibu kotanya sendiri, Dur-Sharrukin (Benteng Sargon) antara tahun 717-706 SM.
"Niniwe, dengan populasi penduduknya yang heterogen dari seluruh Kekaisaran Asiria, adalah salah satu kota terindah di Timur Dekat, dengan taman, kuil, dan istananya yang megah," tulis sejarawan Gwendolyn Leick dalam bukuThe A to Z of Mesopotamia(2010).
Menurut dia Niniwe seperti memiliki serangkaian kanal dan saluran air yang direncanakan dan dilaksanakan dengan hati-hati. Tujuannya untuk menjamin pasokan air yang stabil tidak hanya untuk konsumsi manusia tetapi juga untuk menjaga taman dan kebun umum tetap mendapat irigasi, sebuah aspek kehidupan perkotaan yang tidak setiap kota diperhatikan dengan penuh perhatian dan perencanaan. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!