DK PBB Kecam Keras Serangan Houthi di Laut Merah
📅 Kamis, 11 Jan 2024, 11:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: un.org
PBB - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (10/1) mendesak diakhirinya "segera" serangan pemberontak Houthi Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Resolusi tersebut "menuntut Houthi untuk segera menghentikan semua serangan yang menghambat perdagangan global dan melemahkan hak dan kebebasan navigasi serta perdamaian dan keamanan regional".
Resolusi ini diadopsi setelah Rusia, Tiongkok, Mozambik, dan Aljazair abstain.
Serangan yang semakin intensif telah menyebabkan perusahaan pelayaran melewati rute tersebut dan beralih ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sehingga menambah waktu dan biaya perjalanan secara signifikan.
PBB sebelumnya mengatakan pihaknya "sangat prihatin terhadap situasi di Laut Merah, bukan hanya karena situasi itu sendiri, dan risiko yang ditimbulkannya terhadap perdagangan global".
Sebaiknya Anda baca juga:
Resolusi tersebut "mengecam keras setidaknya dua lusin serangan Houthi terhadap kapal dagang dan komersial sejak 19 November 2023, ketika Houthi menyerang dan menangkap Galaxy Leader dan awaknya," menurut teks yang dilihat oleh AFP.
Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, dan perang balasan Israel di Gaza, kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman -meningkatkan serangan mereka terhadap lalu lintas maritim internasional di Laut Merah.
Mereka mengaku bertindak sebagai solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akar Masalah
Sekutu utama Israel, Amerika Serikat, membentuk koalisi internasional pada Desember untuk melindungi lalu lintas maritim dari serangan Houthi, di zona penting yang strategis yang dilalui oleh setidaknya 12 persen perdagangan dunia.
Rusia, yang berusaha memperkenalkan tiga amandemen terhadap resolusi tersebut namun semuanya ditolak, mengatakan bahwa Moskow memiliki kekhawatiran terhadap koalisi Washington.
"Kami tidak bisa tidak khawatir dengan situasi saat ini di Laut Merah… Namun, kami khawatir bahwa Amerika Serikat dan sekutunya lebih memilih, seperti yang sering terjadi di masa lalu, untuk memilih jalan penyelesaian sepihak dengan kekerasan," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.
Resolusi tersebut, yang mencatat pelanggaran "skala besar" embargo senjata terhadap Houthi, juga menegaskan kembali perlunya semua negara anggota untuk "mematuhi kewajiban mereka".
Mereka "mengecam pemberian senjata" kepada kelompok Houthi yang dekat dengan Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!