Trinil: Kembalikan Tubuhku, Sekedar Nostalgia Sandiwara Radio?
📅 Rabu, 10 Jan 2024, 05:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDeretan keseruan yang ditampilkan pada akhir cerita seperti dibuat dengan terburu-buru, klise, mudah ditebak dan jauh dari aura menakutkan, kontas dengan apa yang ditampilkan dari awal hingga tengah film. Akhir film ini seperti sudah tidak ingin bercerita, hanya kewajiban menampilkan hantu Ayu terbang bergentayangan dengan durasi lebih panjang.
Namun apa pun itu, memang tidak mudah memuaskan seluruh penonton. Setidaknya bagi generasi 80-an film ini bisa menjadi ajang nostalgia saat mereka dulu sempat menikmati aura kengerian hanya lewat audio: Triiinillll… balekno gembungku (kembalikan tubuhku).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!