Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Evakuasi 33 Warga Terdampak Erupsi Lewotobi yang Berada di Kebun

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 00:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim SAR Evakuasi 33 Warga Terdampak Erupsi Lewotobi yang Berada di Kebun Doc: ANTARA/HO-Pos SAR Erupsi Lewotobi Laki-laki Flores
Ket. Tim SAR Gabungan menggendong warga rentan Dusun Bawalatang, Desa Nawokote, Flores Timur, NTT yang dievakuasi dari rumah kebun ke posko pengungsian bencana erupsi di Kecamatan Wulanggitang, Senin (8/1/2024).

Wulanggitang - Tim SAR Gabungan dalam Pos SAR Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengevakuasi warga terdampak dari Dusun Bawalatang, Desa Nawokote, yang berada di rumah kebun sejak 1 Januari 2024.

"Kami dihubungi untuk melakukan evakuasi kepada 33 orang warga yang sejak erupsi tanggal 1 Januari 2024 itu berada di rumah kebun, namun kondisi kesehatan sudah menurun," kata Koordinator Operasi Basarnas Gunung Lewotobi Laki-laki, Yudha Pradana Putra, di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Senin malam.

Evakuasi dilakukan setelah Pos SAR menerima informasi dari ibu Dusun Bawalatang terkait warga dusun yang masih bertahan di rumah kebun. Warga telah mengungsi ke sebelah timur kaki gunung sejak kejadian erupsi tanggal 1 Januari 2024.

Proses evakuasi terhadap warga terdampak dimulai pukul 16.00 Wita dengan melibatkan potensi SAR lain, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka, Satuan Brimob Polda NTT, Polairud Polda NTT, dan relawan SAR lain.

Yudha menyebut evakuasi tidak berjalan mudah karena medan yang dilalui tim SAR cukup menantang. Selain itu tidak semua lokasi kebun warga itu terdata secara detail sehingga tim relawan sempat nyasar dan mencari jalan lain.

Evakuasi harus dilakukan melewati jalan setapak yang sempit, sembari menggendong warga rentan. Selain itu ada warga yang dievakuasi menggunakan tandu. Mereka juga mengevakuasi anak-anak dan balita.

"Tidak semua kami evakuasi, yang bertahan itu laki-laki kepala keluarga karena masih harus menjaga ternak yang ada di sana," ucapnya.

Proses evakuasi yang berlangsung hingga malam hari itu berhasil menurunkan 26 orang dari rumah kebun. Mereka ditempatkan ke posko pengungsian SMPN 1 Wulanggitang.

Yudha pun berpesan agar masyarakat menaati imbauan yang dikeluarkan oleh pemangku kepentingan kebencanaan terkait jarak aman beraktivitas.

Menurutnya, masyarakat harus segera dievakuasi untuk menghindarkan diri dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.