Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Harus Objektif Meranking Siswa untuk SNBP

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Sekolah Harus Objektif Meranking Siswa untuk SNBP Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri

Sekolah diminta tetap objektif dalam meranking siswa yang bisa untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.

JAKARTA - Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri, meminta, sekolah objektif meranking siswa yang eligible untuk bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Setiap sekolah mendapatkan kuota yang berbeda-beda sesuai akreditasi sekolah.

"Ingat betul ini harus dilakukan seobjektif mungkin," ujar Ganefri dalam sosialisasi secara daring, Senin (8/1).

Dia menerangkan, sekolah dengan akreditasi A dapat mengirimkan 40 persen siswa eligible untuk SNBP. Sementara sekolah akreditasi B sebanyak 25 persen dan sekolah akreditasi C sebanyak 5 persen. "Jangan yang seharusnya dia tidak masuk, tapi karena anak guru atau anak apa segala macam ini ya bisa. Ini harus diperhatikan. Supaya betul-betul yang berhak dari sisi akademik," jelasnya.

Ganefri menekankan, perankingan mesti melihat nilai para siswa. Apabila ditemukan nilai yang sama, maka sekolah bisa melihat prestasi akademik siswa. "Artinya ini kesempatan bagi anak-anak kita yang berprestasi," sebutnya.

Pengisian PDSS

Ganefri juga meminta, sekolah untuk mengisi data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Hal itu perlu dilakukan untuk akun SNPMB 2024 milik sekolah.

Dia menerangkan, saat ini registrasi akun sudah dibuka hingga 8 Februari 2024. Dia berpesan agar sekolah segera mengisi data yang diperlukan dan jangan sampai mengisi jelang tenggat penutupan. "Bapak Ibu kepala sekolah segera melakukan proses pendaftaran, jangan ditunggu saat-saat terakhir," katanya.

Kemudian sekolah juga harus memastikan melakukan finalisasi data yang dimasukkan. Diharapkan sekolah juga tidak menunda finalisasi jika seluruh data telah lengkap dan tepat.

"Saya kira ini juga akan merugikan. Alangkah baiknya karena datanya sudah jelas, saya kira tidak ada alasan lagi, segera saja diselesaikan proses pendaftarannya," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.