Menteri Jepang Kunjungi Ukraina dan Janjikan Beri Bantuan
📅 Selasa, 09 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: AFP/HANDOUT / LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINIAN
KIEV - Menteri Luar Negeri Jepang, Yoko Kamikawa, melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina, pada Minggu (7/1), dan menjanjikan kontribusi sebesar 37 juta dollar AS (574 miliar rupiah) kepada dana Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dana itu ditujukan untuk memberikan dukungan tambahan bagi pertahanan negara Eropa Timur itu dalam menghadapi invasi Russia yang sedang berlangsung.
Seperti dikutip dari Antara, Kamikawa, yang mengunjungi Ukraina untuk pertama kalinya sejak menjabat pada September, mengatakan Jepang akan mengirimkan sistem deteksi pesawat tak berawak dan memberikan bantuan lainnya melalui pendanaan terbaru.
Pernyataan itu ia keluarkan dalam konferensi pers di Kiev, Ibu Kota Ukraina, bersama Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, setelah mereka melakukan pembicaraan.
Tokyo juga akan memberi Kiev lima pembangkit listrik turbin gas bergerak untuk membantu warga Ukraina bertahan saat musim dingin yang parah. Ia juga menyatakan tekad kuat Jepang untuk terus mendukung Ukraina sehingga perdamaian dapat dipulihkan.
Kamikawa berkunjung ke Kiev menjelang pelaksanaan konferensi yang diselenggarakan kedua negara di Tokyo, Ibu Kota Jepang, pada 19 Februari, untuk membahas rekonstruksi Ukraina, yang telah mengalami kehancuran di mana-mana sejak invasi Russia pada Februari 2022.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kamikawa, yang tiba di Ukraina dengan kereta api dari Polandia, mengulang kecaman Jepang terhadap Russia atas pengeboman yang menggunakan rudal dan drone.
Layanan Medis
Menteri luar negeri itu juga menekankan komitmen Jepang untuk membantu warga Ukraina dalam membangun tempat perlindungan dan menyediakan layanan pendidikan dan medis bagi perempuan dan anak-anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga menekankan pentingnya penegakan tatanan internasional berdasarkan hukum dari sudut pandang yang tidak menoleransi segala upaya untuk mengubah status quo dengan kekerasan.
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina pada Maret dan berjanji untuk memasok peralatan tidak mematikan senilai 30 juta dollar (465 miliar rupiah) ke Ukraina melalui dana NATO.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!