Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Deteksi Dini Penyakit Alzheimer Dapat Dilakukan Melalui Mata

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Deteksi Dini Penyakit Alzheimer Dapat Dilakukan Melalui Mata Doc: AFP/MOHD RASFAN
Ket. Staf memeriksa Felicia Hu setelah operasi di Klinik Bedah LASIK di Singapura, beberapa waktu lalu. Ilmuwan menemukan mata merupakan jendela kesehatan otak dan mampu menunjukkan tanda awal penyakit alzheimer.

SINGAPURA - Para peneliti menemukan mata dapat menjadi pintu masuk bagi kesehatan otak. Dengan menggunakan pemindaian mata non-invasif, para peneliti menghubungkan perubahan pada retina dengan apa yang terjadi pada otak pasien penyakit alzheimer.

Dikutip dari The Straits Times, para penerliti di Singapore Eye Research Institute (SERI), baru-baru ini, menemukan perubahan itu dapat dideteksi pada tahap awal penyakit, ketika pasien menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif ringan.

Dengan mempelajari perbedaan ketebalan saraf dan kepadatan pembuluh darah pada mata, peneliti mampu memprediksi dan mendeteksi tanda-tanda awal penyakit alzheimer, jenis demensia yang paling umum.

Ilmuwan klinisi SERI, Jacqueline Chua, mengatakan mata adalah organ yang terhubung langsung ke otak, dan memiliki kesamaan pada saraf dan pembuluh darahnya. Oleh karena itu, ketika salah satu organ ini sakit, organ lainnya dapat berubah.

"Mata adalah satu-satunya tempat di tubuh di mana kita dapat memvisualisasikan neuron dan pembuluh darah tanpa melukai seseorang," katanya, seraya menambahkan diagnosis standar emas untuk penyakit alzheimer adalah melalui pencitraan otak dan pungsi lumbal.

Sementara penelitian lama yang dilakukan di Cedars Sinai Medical Center di Amerika Serikat, menggunakan sampel mayat dan jaringan dari donor manusia untuk memeriksa biomarker potensial di retina, menghubungkannya dengan indikator penyakit alzheimer yang diketahui, tim SERI mempelajari retina pasien yang masih hidup.

Penelitian di Singapura menggunakan perangkat, seperti tomografi koherensi optik atau optical coherence tomography (OCT) dan angiografi tomografi koherensi optik atau coherence tomography angiography (OCTA), yang menggunakan gelombang cahaya, untuk mengambil gambar penampang retina pasien.

Lapisan Retina

OCT memungkinkan dokter mata melihat lapisan retina yang berbeda, sehingga ia dapat memetakan dan mengukur ketebalannya, sedangkan OCTA mengambil gambar pembuluh darah di dalam dan di bawah retina.

Pada studi pertama, para ilmuwan SERI tidak hanya melihat ketebalan saraf optik, namun mereka juga melihat ketebalan saraf di sekitar wilayah makula.

"Ketika kami menggabungkan keduanya, kami sebenarnya dapat meningkatkan deteksi jauh lebih baik daripada hanya menggunakan satu pendekatan saja," kata Chua, yang juga seorang dokter mata di Singapore National Eye Centre.

Dalam studi kedua, tim menggunakan OCTA untuk mengukur kepadatan pembuluh darah 90 pasien berusia 50 tahun ke atas. Mereka terdiri dari 24 peserta dengan penyakit alzheimer, 37 dengan gangguan kognitif ringan dan 29 kontrol yang tidak mengalami gangguan.

Ditemukan mata peserta penderita alzheimer menunjukkan kepadatan pembuluh darah yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol. "Perangkat pencitraan retina ini mengungkap penipisan sel saraf dan juga perubahan mikrovaskuler yang terkait dengan penyakit alzheimer. Dengan pengetahuan ini, dokter dapat melakukan intervensi lebih awal dan menawarkan strategi pencegahan," kata Chua.

Sekitar satu dari 10 orang berusia 60 tahun ke atas di Singapura terkena penyakit alzheimer, yang pengobatannya belum efektif. Dengan meningkatnya angka harapan hidup di Singapura dan pesatnya penuaan populasi, jumlah ini diperkirakan akan meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.