Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suku dan Masyarakat Adat Harus Dilindungi Negara

📅 Senin, 08 Jan 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suku dan Masyarakat Adat Harus Dilindungi Negara Doc: ANTARA/Reno Esnir
Ket. Dukung Ganjar-Mahfud -- Capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat deklarasi dukungan di Lapangan Jalan Akses Rusun, Cakung, Jakarta, Sabtu (6/1). FBR dan Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) mendeklarasikan dukungannya kepada Ganjar - Mahfud pada Pilpres 2024.

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI 3 Mahfud MD mengatakan bahwa tiap suku dan masyarakat adat di Indonesia harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Mahfud menyampaikan hal itu usai menghadiri dukungan dari Forum Betawi Rempug (FBR) dan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) untuk dirinya bersama Calon Presiden RI Ganjar Pranowo di kawasan Cakung, Jakarta, Sabtu (6/1).

"Masyarakat adat dengan suku-sukunya atau suku-suku dengan masyarakat adatnya itu harus mendapat perlindungan dari negara," kata Mahfud.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut lantas mencontohkan masyarakat Betawi tersingkirkan dan terpaksa menjual tanahnya.

"Kita tahu di Jakarta banyak sekali pusat masyarakat Betawi itu tersingkir dari kehidupan perkotaan dan terpaksa keluar dari tanahnya. Ada yang dipaksa menjual tanahnya dan sebagainya," katanya.

Padahal, menurut Mahfud, terdapat kemungkinan bahwa penjualan dari tanah yang dimiliki orang-orang Betawi tidak memikirkan nasib rakyat. "Karena untuk keperluan industri, untuk keperluan investasi, yang mungkin, yang mungkin itu tidak memikirkan nasib rakyat dan suku-suku atau penduduk lokal," ujarnya.

Mahfud kemudian menjelaskan bahwa selain contoh masyarakat Betawi, terdapat kasus-kasus yang menimpa suku maupun masyarakat adat lainnya di Indonesia. "Saya banyak menangani kasus seperti ini. Masyarakat itu tiba-tiba terusir dari tempatnya sendiri karena perampasan atas hak-haknya," kata Mahfud.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan kepada Pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada suku dan masyarakat adat di Indonesia yang jumlahnya mencapai ribuan suku. "Kalau menyangkut suku, supaya ingat bahwa Indonesia ini terdiri atas 1.360 suku," katanya.

Akar Rumput

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Chico Hakim mengatakan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan fokus untuk sosialisasi di tingkat akar rumput untuk sebanyak mungkin menyerap aspirasi masyarakat.

"Intinya kami tetap fokus berkampanye lewat darat dan udara, mensosialisasikan program, blusukan ke akar rumput, menyerap aspirasi, dan terus mengajak rakyat untuk menyambut kemenangan di Pilpres, bukan sekadar menang survei," kata Chico Hakim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/1).

Chico mengungkapkan hasil survei internal TPN menunjukkan dukungan terhadap pasangan nomor urut 3 meningkat. TPN melakukan analisis triangulasi data survei konvensional, focus group discussion (FGD) di puluhan kota, dan analisis media. Hasilnya elektabilitas Ganjar-Mahfud sebesar 37 persen.

Chico mengatakan, TPN menjadikan setiap hasil survei sebagai bahan untuk evaluasi, namun bukan acuan utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.