Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik Membuat Ekonomi Global Semakin Terbebani

📅 Senin, 08 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konflik Membuat Ekonomi Global Semakin Terbebani Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

» Tingginya tensi konflik di beberapa negara, disusul konflik-konflik baru menambah berat beban ekonomi global.

» Beberapa kebijakan pemerintah yang seharusnya counter cylical justru dikhawatirkan menekan konsumsi.

JAKARTA - Perekonomian global semakin terbebani oleh stabilitas ekonomi politik internasional yang kurang kondusif dan penuh dengan ketidakpastian. Hal itulah yang menjadi alasan banyak lembaga internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan prospek ekonomi global 2024 semakin suram.

Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya, Malang, Adhi Cahya Fahadayna, yang diminta pendapatnya, membenarkan proyeksi suram PBB tersebut. Menurut Adhi, penurunan bukan sekadar akibat perlambatan perdagangan, tapi turut didorong oleh stabilitas politik dan keamanan di dunia yang menurun.

"Kondisi ekonomi global memang akan memburuk. Hal ini disebabkan oleh belum pulihnya kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun belakangan. Belum pulih benar dari pandemi, kemudian sudah disusul dengan tren memburuknya stabilitas politik dan keamanan di dunia," kata Adhi.

Dengan semakin tingginya tensi konflik di beberapa negara, disusul dengan konflik-konflik baru menambah berat beban ekonomi global. Belum lagi dampak dari bencana iklim yang jelas sangat merugikan.

"Menurunnya tren perdagangan global bukanlah faktor terkuat, melainkan dampak dari pandemi Covid-19 yang belum bisa diatasi dengan baik, ditambah dengan kondisi dunia yang makin tidak stabil dan konflik yang makin merajalela sebagai pemicu ekonomi global melambat," katanya.

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa ancaman pelambatan ekonomi global bisa mempengaruhi indikator ekonomi Indonesia salah satunya kinerja ekspor tahun ini bisa melambat terutama ke negara maju.

"Kemudian, bonanza komoditas diperkirakan juga tidak terjadi lagi karena permintaan global lemah," kata Bhima.

Konsumsi rumah tangga, menurut Bhima, masih akan menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini. Tapi hal itu sulit untuk diharapkan bisa menopang pertumbuhan yang cukup tinggi karena beberapa alasan.

Pertama, pendapatan masyarakat di sektor komoditas tambang dan perkebunan yang berkurang mempengaruhi daya beli. Kedua, kenaikan harga bahan makanan masih menghantui kelompok menengah ke bawah.

Ketiga, kata Bhima, adalah beberapa kebijakan pemerintah yang seharusnya counter cylical justru banyak dikhawatirkan menekan konsumsi salah satunya kenaikan tarif PPN dari 11 menjadi 12 persen. Begitu pula pembatasan LPG 3 kg juga mempengaruhi konsumsi kelompok menengah rentan," jelas Bhima.

Efisiensi Belanja Publik

Diminta pada kesempatan terpisah, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia rentan terimbas dinamika geopolitik global. Hal itu yang membayang-bayangi perekonomian Indonesia tahun 2024 yang sebenarnya sudah dimulai terindikasi sejak 2023 lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.