Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konflik Membuat Ekonomi Global Semakin Terbebani

📅 Senin, 08 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sampai saat ini, pertumbuhan ekonomi banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga, yang saat ini mengalami pelambatan karena daya beli menurun.

Awan juga menyarankan pemerintah agar melakukan optimalisasi investasi ekonomi rakyat khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, harus serius mendorong stabilisasi harga, dukungan produksi dan pemasaran UMKM. Kemudian, yang tidak kalah pentin adalah melakukan efisiensi dan efektivitas belanja publik terutama pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN/APBD). Belanja harus produktif dan diarahkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

"Belanja yang tidak efisien dan tak efektif harus dihentikan agar tidak boros," kata Awan.

PBB pada pekan lalu memproyeksikan ekonomi global bakal suram pada 2024 karena berbagai tantangan, seperti eskalasi konflik yang meningkat, lesunya perdagangan global, suku bunga tinggi, dan meningkatnya bencana akibat perubahan iklim.

Dalam Laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia 2024, PBB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,4 persen pada 2024, turun dari 2,7 persen di tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19 dengan tingkat pertumbuhan 3,0 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.