Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah di Bantaran Sungai Cicatih Sukabumi Terbawa Longsor dan Hanyut Terbawa Arus

📅 Minggu, 07 Jan 2024, 03:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rumah di Bantaran Sungai Cicatih Sukabumi Terbawa Longsor dan Hanyut Terbawa Arus Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak saat meninjau rumah yang berada di atas bantaran Sungai Cicatih di Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Kecamatan Ciadak, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang rusak akibat terbawa longsor pada Sabtu, (6/1/2024).

Sukabumi - Satu rumah yang dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) atau enam jiwa yang berada di atas bantaran Sungai Cicatih di Kampung, Sukamaju, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terbawa longsor.

"Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini, namun keluarga yang mendiami rumah tersebut terpaksa harus mengungsi karena sebagian bangunan rusak berat terbawa longsor dan hanyut dibawa arus Sungai Cicatih yang berada di RT 002/01, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak," kata Sandra Fitria di Sukabumi pada Sabtu, (6/1).

Menurut Sandra, kejadian bencana ini dipicu hujan deras yang turun sejak pagi hingga malam pada Jumat (5/1). Diduga tanah yang berada di bawah rumah warga tersebut menjadi labil ditambah terkikis oleh air sungai sehingga tidak mampu lagi menahan beban di atasnya.

Akibatnya tanah menjadi longsor dan bangunan yang berada di atasnya ikut terbawa serta sebagian perabotan milik penyintas hanyut oleh arus Sungai Cicatih. Beruntung pada kejadian itu, tidak ada penghuni rumah yang berada di bangunan yang terdampak bencana.

Tidak hanya merusak satu rumah, namun akibat bencana tanah longsor ini, dua rumah rumah yang dihuni dua kepala keluarga atau enam jiwa yang berada di sekitar lokasi kejadian terancam terdampak longsor.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibadak sudah meninjau lokasi kejadian dan membantu mengevakuasi barang-barang penyintas yang masih bisa diselamatkan.

Adapun kebutuhan mendesak setelah kejadian, selain bantuan darurat untuk penyintas, juga dibutuhkan bronjong untuk menahan tanah dari kikisan arus Sungai Cicatih. Kemudian untuk warga diimbau selalu waspada karena potensi turun hujan deras cukup tinggi serta mengantisipasi terjadinya bencana serupa susulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.