Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jangan Khawatir, Pemkab Purwakarta Pastikan Penuhi Kebutuhan Makan Pengungsi Longsor

📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 05:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Jangan Khawatir, Pemkab Purwakarta Pastikan Penuhi Kebutuhan Makan Pengungsi Longsor Doc: ANTARA/HO-Pemkab Purwakarta
Ket. Petugas mendirikan dapur umum untuk menyuplai makanan warga terdampak longsor yang menempati titik pengungsian.

Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memastikan akan memenuhi kebutuhan makan dan minum para pengungsi akibat longsor yang terjadi di kaki Gunung Anaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.

"Hari ini kami dari Pemkab Purwakarta telah mendirikan dapur umum, untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum para pengungsi," kata Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, saat meninjau lokasi dan pengungsian warga terdampak longsor di Purwakarta, Jumat.

Ia mengatakan, dengan adanya dapur umum maka dipastikan kebutuhan makan dan minum para pengungsi akan terpenuhi.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana longsor, Sekda menggali informasi secara langsung kepada warga yang terdampak mengenai kebutuhan mereka selama di pengungsian.

Saat ini, katanya, warga terdampak longsor yang menempati pengungsian di antaranya membutuhkan perlengkapan bayi dan lansia.

Sekda mengaku akan berupaya memenuhi kebutuhan para pengungsi tersebut.

Selain menyediakan makan dan minuman di dapur umum, katanya, Pemkab Purwakarta juga telah menurunkan tim medis, untuk mengecek kondisi kesehatan warga terdampak longsor yang menempati titik pengungsian.

Sementara itu, hujan deras yang melanda wilayah Purwakarta pada Kamis (4/1) mengakibatkan tanah longsor di kaki Gunung Anaga, tepatnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.

Sesuai dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, akibat bencana longsor, sebanyak 19 keluarga mengungsi di SDN 2 Sukamulya.

Selain itu, ada pula 300-an keluarga yang mengungsi akibat bencana longsor Gunung Anaga.

Penjabat Bupati Purwakarta Benni Irwan menyebutkan bahwa jumlah pasti rumah yang terdampak longsor hingga kini masih proses identifikasi. Namun diperkirakan cukup banyak rumah yang terdampak bencana longsor tersebut.

Disebutkan, rumah yang terdampak bencana longsor itu diperkirakan cukup banyak. Bahkan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 500 unit rumah.

"Sekarang masih proses identifikasi. Namun diperkirakan jumlahnya cukup banyak, diperkirakan lebih dari 500 rumah yang terdampak longsor itu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.