Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Perkirakan Ekonomi Global 2024 Bakal Suram

📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Peningkatan tersebut didorong belanja konsumen yang naik seiring dengan meredanya tekanan harga, kenaikan upah riil, dan pasar tenaga kerja yang tetap kuat," katanya.

Di Asia, ekonomi terbesar keempat dunia, Jepang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat dari 1,7 persen pada 2023 menjadi 1,2 persen tahun ini.

"Meningkatnya inflasi mungkin menandakan berakhirnya tren deflasi yang terus berlanjut selama lebih dari dua dekade di negara ini," sebut laporan itu.

Di Tiongkok sebagai negara ekonomi terbesar kedua di dunia, pemulihan dari penguncian akibat Covid-19 berjalan lebih bertahap dari yang diharapkan di tengah tantangan domestik dan internasional.

Dengan pertumbuhan ekonomi hanya 3,0 persen pada 2022, laporan tersebut mengatakan bahwa Tiongkok mengalami kemajuan pada paruh kedua tahun 2023 dengan tingkat pertumbuhan mencapai 5,3 persen.

Namun, kombinasi dari lemahnya sektor properti dan lemahnya permintaan eksternal terhadap produk-produknya akan mendorong pertumbuhan turun secara moderat menjadi 4,7 persen pada 2024.

Adapun di kawasan berkembang, PBB menyebutkan pertumbuhan ekonomi di Afrika diperkirakan masih lemah dengan sedikit peningkatan dari rata-rata 3,3 persen pada 2023 menjadi 3,5 persen pada 2024.

"Krisis iklim yang terjadi dan peristiwa cuaca ekstrem akan melemahkan hasil pertanian dan pariwisata, sementara ketidakstabilan geopolitik akan terus berdampak buruk pada beberapa subkawasan, terutama Sahara dan Afrika Utara," kata laporan itu.

PBB memperkirakan perekonomian Asia Timur akan mengalami perlambatan moderat dari 4,9 persen pada 2023 menjadi 4,6 persen pada 2024. Di Asia Barat, PDB diperkirakan akan tumbuh 2,9 persen pada 2024, naik dari 1,7 persen pada 2023 lalu.

Di Asia Selatan, PDB diperkirakan meningkat 5,3 persen pada tahun lalu dan diproyeksikan meningkat sebesar 5,2 persen tahun 2024. "Didorong oleh ekspansi yang kuat di India, yang masih menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia yakni 6,2 persen tahun ini, lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan 6,3 persen tahun 2023," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.