PBB Perkirakan Ekonomi Global 2024 Bakal Suram
📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
NEW YORK - Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), pada Kamis (4/1), mengeluarkan perkiraan ekonomi global yang suram untuk tahun 2024. Hal itu disebabkan berbagai tantangan, seperti eskalasi konflik yang meningkat, lesunya perdagangan global, suku bunga tinggi, dan meningkatnya bencana akibat perubahan iklim.
Dikutip dari The Washington Post, dalam Laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia 2024, PBB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,4 persen pada 2024, turun dari 2,7 persen di tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19 dengan tingkat pertumbuhan 3,0 persen.
Perkiraan PBB itu lebih rendah dibandingkan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis Oktober lalu yang memproyeksi pertumbuhan tahun ini 2,9 persen dari 3,0 persen pada 2023. Sedangkan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada akhir November lalu memperkirakan ekonomi dunia melambat dari 2,9 persen pada 2023 menjadi 2,7 persen tahun ini.
"Prospek kredit akan lebih ketat dan biaya pinjaman yang lebih tinggi menjadi hambatan besar bagi perekonomian dunia yang dibebani utang, terutama di negara-negara berkembang yang lebih miskin, dan memerlukan investasi untuk pemulihan," sebut laporan PBB.
Direktur Divisi Analisis dan Kebijakan Ekonomi PBB, Shantanu Mukherjee, mengatakan kekhawatiran akan resesi pada tahun 2023 dapat dicegah terutama karena Amerika Serikat (AS), negara ekonomi terbesar di dunia, mengendalikan inflasi yang tinggi tanpa mengerem perekonomian. "Kita masih belum keluar dari zona bahaya," ujar Mukherjee.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu karena situasi dunia yang tidak menentu dan dapat memicu inflasi. Misalnya, guncangan rantai pasokan atau masalah ketersediaan atau distribusi bahan bakar dapat mendorong kenaikan suku bunga lagi untuk mengendalikan situasi. "Kami tidak memperkirakan akan terjadi resesi, namun karena adanya volatilitas di lingkungan sekitar kita, hal ini merupakan sumber risiko yang besar," katanya.
"Suku bunga yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang lama dan ancaman kemungkinan guncangan harga berkontribusi pada tindakan penyeimbangan yang cukup sulit," kata Mukherjee.
Menurut laporan tersebut, inflasi global yang tercatat 8,1 persen pada 2022, diperkirakan turun ke level 5,7 persen pada 2023, dan semakin menurun jadi 3,9 persen pada 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati demikian, di sekitar seperempat negara berkembang, inflasi tahunan diproyeksikan melebihi 10 persen tahun ini.
Meskipun perekonomian AS berkinerja "sangat baik" pada tahun 2023, laporan tersebut mengatakan pertumbuhan negara itu diperkirakan akan menurun dari sekitar 2,5 persen pada 2023 menjadi 1,4 persen tahun ini.
"Di tengah menurunnya tabungan rumah tangga, tingginya suku bunga, dan pasar tenaga kerja yang melemah secara bertahap, belanja konsumen diperkirakan akan melemah pada tahun 2024 dan investasi diperkirakan akan tetap lesu," kata PBB.
"Meskipun kemungkinan hard landing telah menurun signifikan, perekonomian AS akan menghadapi risiko penurunan yang signifikan akibat memburuknya pasar tenaga kerja, perumahan, dan keuangan," katanya.
Lebih Menantang
Sementara itu, Eropa dilaporkan menghadapi prospek ekonomi yang menantang. PDB di Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dari 0,5 persen pada 2023 menjadi 1,2 persen pada 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!