Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peretasan Sistem Dinilai Dapat Turunkan Kredibilitas KPU

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peretasan Sistem Dinilai Dapat Turunkan Kredibilitas KPU Doc: ANTARA/Mohammad Ayudha
Ket. Ilustrasi. Pekerja melipat dan menyortir surat suara Pemilu 2024 di gudang logistik KPU Karanganyar, Jawa Jawa Tengah, Rabu (3/1). KPU Kabupaten Karanganyar mulai melakukan pelipatan dan penyortiran surat suara untuk DPR RI dan DPRD Provinsi dengan total masing-masing 723.721 lembar surat suara sesuai angka daftar pemilih tetap (DPT) di Karanganyar plus dua persen untuk cadangan.

JAKARTA - Pakar keamanan siber dari Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Dr Pratama Persadha menyebut peretasan sistem data pemilih dapat menurunkan kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) di mata publik.

"Jika terjadi peretasan pada sistem KPU, tidak hanya terhadap dapat daftar pemilih tetap (DPT) tentu saja akan menurunkan kredibilitas dari KPU karena KPU akan dianggap tidak mampu melakukan pengamanan siber," kata Pratama di Jakarta, Kamis (4/1).

Pratama menuturkan adanya kejadian kebocoran data berpotensi membuat banyak pihak mempertanyakan keabsahan data yang ada di dalam sistem KPU. Hal tersebut dinilai dapat menimbulkan kericuhan, termasuk berimplikasi politik seperti yang dikhawatirkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ia mencontohkan seperti kebocoran data DPT seperti yang terjadi pada bulan November 2023 lalu. Meski tidak memiliki dampak secara langsung kepada proses pemungutan suara serta pemilihan umum, kejadian itu membuktikan adanya celah keamanan yang ada pada sistem KPU yang dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk mencuri data pemilih.

"Oleh karena itu tim gugus tugas keamanan siber KPU harus lebih memperkuat pengawasan pada sistem pertahanan siber yang dimiliki tidak hanya pada serangan yang terjadi serta dapat dicegah, namun juga terhadap kenormalan jumlah pengaksesan ke dalam database yang ada di dalam sistem KPU," ucap dia.

Dengan tujuan mendeteksi anomali yang terjadi pada tiap data yang diakses dalam satu waktu, sehingga segera diketahui dan kebocoran data tidak semakin parah. Oleh karenanya, dia menyarankan KPU untuk memastikan sistem pemantauan keamanan yang dapat mendeteksi aktivitas ancaman serangan siber bekerja dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.