Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Pelanggaran, ELSAM Minta KPU Jelaskan Keamanan Sistem Data Pemilu Secara Transparan

📅 Kamis, 04 Jan 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Pelanggaran, ELSAM Minta KPU Jelaskan Keamanan Sistem Data Pemilu Secara Transparan Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyudi Djafar.

Jakarta - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjelaskan sejauh mana keamanan sistem data dalam Pemilu 2024 secara transparan dan jelas.

"Harapannya KPU sebagai aktor utama dalam penyelenggaraan Pemilu 2024itu bisa menjaga integritas sistem informasi yang mereka kembangkan. Itu akan memiliki dampak yang sangat-sangat signifikan pada integritas pemilu itu sendiri," kata Direktur Eksekutif ELSAM Wahyudi Djafardi Jakarta, Rabu.

Menanggapi imbauan Presiden soal keamanan data pemilu, Wahyudi mengatakan bahwa KPU harus berkaca kembali pada dugaan kebocoran data pemilih dan bentuk serangan siber lainnya dalam pemilu yang telah lalu.

Ia menyoroti tidak pernah ada satu proses pun dari dugaan insiden serangan siber terhadap KPU yang dilaporkan kepada publik secara transparan dan akuntabel. Sementara itu, kejadian serangan siber terus terulang.

"Sayangnya itu yang mestinya disampaikan, dilaporkan ke publik. Akan tetapi, tidak dilakukan sehingga risiko terjadinya serangan berulang yang berdampak pada kebocoran data, itu akan terus terjadi," ucapnya.

Hal tersebut dikhawatirkan memunculkan pertanyaan publik bagaimana sistem asesmen atau audit keamanan dari keandalan sistem informasi data milik KPU.

"Itu membuka pertanyaan apakah memang asesmen dan audit keamanan itu sudah dilakukan oleh BSSN, sebagaimana yang diperintahkan oleh Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 dan Peraturan BSSN Nomor 4 tahun 2021 atau belum, atau jangan-jangan KPU melakukannya sendiri dengan menggunakan institusi yang lain?" ucapnya.

Menurut dia, KPU maupun lembaga terkait tidak bisa abai terhadap serangan siber yang terus berulang, mengingat data bersifat sangat sensitif karena mengandung nomor induk kependudukan (NIK) hingga alamat tempat tinggal pemilih.

Sistem informasi dan data yang bobrok, kata dia, akan berdampak besar pada demokrasi Indonesia, salah satunya adalah turunnya kepercayaan publik terhadap hasil pemungutan suara.

Maka dari itu, Wahyudi menyarankan KPU untuk melakukan pembenahan sistem melalui sejumlah cara, di antaranya memperbaiki kebijakan internal melakukan audit dan asesmen terhadap sistem informasinya.

Selain itu, melakukan langkah-langkah mitigasi risiko dari kemungkinan terjadinya serangan siber dan penyalahgunaan data pemilih, termasuk kerja samanya bersama BSSN yang harus dijalankan secara adil, jujur, dan netral.

"Kita harus bisa memastikan bahwa tujuan akhir dalam konteksconfidentiality, integrity, danavailabilitydari sistem itu bisa dijaga," ucap Wahyudi.

Sebelumnya, Sabtu, 30 Desember 2023, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh komponen penyelenggara Pemilu 2024 agar menghindari keteledoran teknis yang bisa berimplikasi politis sehingga mengganggu kondusivitas negara.

"Hati-hati mengenai ini, hal-hal yang kecil harus kita perhatikan secara detail sebab keteledoran teknis bisa berimplikasi politis, bisa berimplikasi politik bisa merembet ke mana-mana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.