Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

91 Persen Penduduk Tigray Ethiopia Terancam Kelaparan dan Kematian

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 15:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
91 Persen Penduduk Tigray Ethiopia Terancam Kelaparan dan Kematian Doc: anadolu
Ket. Warisan perang destruktif dan kelaparan yang disebabkan oleh kekeringan telah menciptakan kombinasi mematikan yang membuat 91 persen warga Tigray Ethiopia menghadapi risiko kelaparan.

MOGADISHU - Wilayah utara Ethiopia didera kondisi kemanusiaan yang mengerikan karena penduduknya berisiko mengalami kelaparan dan kematian, demikian disampaikan presiden pemerintahan regional sementara pada Jumat (29/12).

Getachew Reda, pemimpin regional Tigray yang dilanda perang, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa situasi tersebut merupakan "bencana" yang sebanding dengan kelaparan mematikan pada 1984 yang menewaskan jutaan orang di Ethiopia.

Warisan perang destruktif di Tigray dan kelaparan yang disebabkan oleh kekeringan telah menciptakan kombinasi mematikan yang membuat 91 persen warga Tigray menghadapi risiko kelaparan.

Reda mengatakan bahwa ribuan warga Tigray tewas karena kekurangan makanan sejak penandatanganan Perjanjian Pretoria yang mengakhiri konflik antara Pemerintah Ethiopia dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) pada November 2022.

"Meski bencana yang akan terjadi ini hanya mendapat sedikit perhatian, terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa kalangan masyarakat paling rentan - anak-anak lansia, serta wanita hamil dan menyusui - mengalami kelaparan dan kematian," menurut pernyataan itu.

"Memang benar, saat ini, jutaan warga Tigray hanya menunggu nasib buruk mereka: kematian," kata pernyataan itu lebih lanjut.

Kehancuran basis ekonomi Tigray, penghancuran fasilitas kesehatan, penjarahan kekayaan pribadi dan publik, dan pemindahan paksa lebih dari 1 juta orang telah memiskinkan jutaan warga Tigray, membuat mereka tidak mampu mengurus diri mereka sendiri, tambah pernyataan itu.

Kurangnya curah hujan musiman di tiga zona wilayah tersebut dan serangan belalang gurun telah mendatangkan malapetaka dan menciptakan tragedi kemanusiaan.

"Meski bantuan telah dipulihkan secara terbatas, jumlah bantuan yang sampai ke masyarakat yang membutuhkan hanyalah sebagian kecil dari jumlah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini," kata pernyataan itu.

Lebih lanjut, pernyataan itu menekankan bahwa penghentian sementara bantuan kemanusiaan juga memainkan peran signifikan dalam krisis yang kian memburuk tersebut.

Reda memperingatkan bahwa kurangnya upaya terpadu untuk mengatasi tragedi tersebut akan menimbulkan konsekuensi mematikan dan dampaknya secara luas terhadap perdamaian dan stabilitas nasional dan regional.

Meski ada tanda-tanda harapan untuk dapat mengatasi krisis di Tigray, jumlah dana yang terkumpul sejauh ini masih terlalu kecil untuk mengurangi bencana yang mungkin terjadi di Tigray.

Reda meminta pemerintah federal dan masyarakat internasional "untuk memenuhi tanggung jawab hukum dan moral mereka dengan segera melakukan intervensi untuk mengatasi bahaya kelaparan dan kematian yang mengancam. Kelaparan adalah pembunuh diam-diam yang mematikan."

Dia mengatakan bahwa pemerintah Ethiopia dan masyarakat internasional telah melakukan upaya mereka untuk membungkam perang bersenjata, dan "sekarang, mereka harus melakukan peran mereka untuk mengatasi bencana kemanusiaan yang akan terjadi."

Pernyataan itu disampaikan saat jumlah korban tewas di wilayah itu meningkat akibat kelaparan. Sedikitnya 176 orang, termasuk 75 perempuan, telah meninggal akibat kelaparan di Tigray awal bulan ini.

Pemerintah sementara telah mengumumkan keadaan darurat karena krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.