Perang Iberia, Pertempuran Berdarah Spanyol dan Portugal Melawan Napoleon
📅 Jumat, 29 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ CESAR MANSO
Setelah menaklukkan tentara Austria, Prusia, dan Russia di barat Eropa, Napoleon bergerak ke Eropa barat dan tengah. Di Spanyol dan Portugal, ia melakukan pendudukan dan mengajak kedua negara memblokade Inggris, namun melahirkan perlawan hebat dari ketiganya yang memakan banyak korban.
Perang Semenanjung (Guerra Peninsular) yang terjadi antara 1807-1814. Perang ini juga dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Spanyol, sebuah konflik besar dalam Perang Napoleon (1803-1815). Perang ini dilancarkan di Semenanjung Iberia oleh Portugis, Spanyol, dan Inggris, melawan Kekaisaran Prancis Pertama, Napoleon I.
Peristiwa yang menjadi episode paling berdarah dalam sejarah modern Spanyol ini dimulai pada Oktober 1807. Serangan Prancis dilakukan sebagai respons atas lambatnya Kerajaan Portugis untuk menghentikan perdagangan dengan Inggris sebagai usaha memblokade negara itu.
Pada 30 November, tentara Prancis telah menduduki Lisbon, memaksa keluarga Kerajaan Portugis melarikan diri ke koloni mereka di Brasil. Di sini mereka mendirikan pemerintahan di pengasingan. Pelarian ini membuat Napoleon bersemangat untuk memperluas kendalinya atas seluruh Semenanjung Iberia.
Napoleon kemudian berbalik melawan mantan sekutunya Spanyol, menggulingkan Dinasti Bourbon dan mengangkat saudaranya, Joseph Bonaparte, sebagai Raja Spanyol. Napoleon sangat meremehkan patriotisme Spanyol. Setelah Pemberontakan Dos de Mayo tahun 1808, sebagian besar negara memberontak melawan pendudukan Prancis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spanyol meraih kemenangan awal dalam Pertempuran Bailén yang berlangsung antara 16-19 Juli 1808. Hal itu menandai kekalahan besar pertama pasukan Kekaisaran Prancis, sehingga menginspirasi gerakan perlawanan lebih lanjut.
Dalam lima tahun berikutnya, ratusan ribu tentara Prancis dikirim untuk berperang di Spanyol dan Portugis. Hal ini sangat membebani sumber daya militer Prancis yang sangat dibutuhkan di tempat lain.
Perjanjian Tilsit pada Juli 1807 membuat Napoleon berada di puncak kekuasaannya. Dia telah menghabiskan dua tahun sebelumnya menaklukkan tentara Austria, Prusia, dan Russia, dan dia sekarang menguasai sebagian besar Eropa barat dan tengah. Kekuasaannya terbentang dari Pegunungan Pyrenees hingga Sungai Niemen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun wilayah pendudukannya cukup luas, Portugis dan Spanyol tetap berada di luar kendali Napoleon. Saat ini tidak ada ancaman langsung bagi Kekaisaran Napoleon, namun masing-masing negara berpotensi menjadi penghalang yang membuat frustasi bagi tujuan akhir Napoleon untuk mengalahkan Inggris Raya.
Portugis sangat menjengkelkan dalam hal ini, apalagi setelah membentuk aliansi dengan Inggris pada 1373. Negeri itu dikenal sebagai sekutu kontinental tertua Inggris, dan kedua negara tersebut masih terikat erat melalui perdagangan. Kapal perang Inggris bahkan pernah menggunakan pelabuhan Portugis dalam operasinya melawan Prancis.
Spanyol, sebaliknya, adalah sekutu Prancis. Meskipun tidak dapat diandalkan pada 1806, pada awal Perang Koalisi Keempat, Perdana Menteri Spanyol, Manuel de Godoy, mengeluarkan proklamasi yang meresahkan yang menyatakan perlunya mengalahkan musuh yang tidak disebutkan namanya. Namun musuh dimaksud bisa ditafsirkan adalah Prancis.
Setelah Prancis memenangkan Pertempuran Jena-Auerstedt, Godoy mencabut proklamasinya. Peristiwa tersebut membuat Napoleon curiga Spanyol sedang merencanakan pengkhianatan. Namun ia tidak langsung menyerang Spanyol, melainkan menindak Portugis terlebih dahulu.
Pada Juli 1807, Napoleon mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Portugis, menuntut agar Portugis menghentikan semua perdagangan dengan Inggris dan bergabung dengan embargo besar-besaran Napoleon terhadap barang-barang Inggris yang dikenal sebagai Sistem Kontinental.
Portugal tadinya diperkirakan akan menggabungkan armadanya dengan Prancis, menangkap semua warga Inggris di wilayah Portugis. Hal ini secara resmi menyatakan perang terhadap Inggris, dan jika tuntutan ini tidak dipenuhi pada 1 Oktober maka Prancis mengancam akan menyerang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!