Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkat Inflasi Utama Turun, The Fed Berpeluang Menurunkan Suku Bunga Tahun Depan

📅 Minggu, 24 Des 2023, 04:45 WIB | Oleh:
Tingkat Inflasi Utama Turun, The Fed Berpeluang Menurunkan Suku Bunga Tahun Depan Doc: Istimewa
Ket. Gedung Eccles di Washington, DC , yang berfungsi sebagai markas besar Federal Reserve System.

WASHINGTON - Tingkat inflasi utama Federal Reserve, indeks harga inti Indeks Pengeluaran Pribadi atau
Personal Consumption Expenditure (PCE), pada Jumat (22/12), menunjukkan bahwa tekanan harga inti terus menurun lebih dari yang diperkirakan pada bulan November.

Menurut data Departemen Perdagangan, inflasi inti di Amerika Serikat hanya mencapai 1,9 persen secara tahunan selama enam bulan terakhir. Sedangkan kontrak berjangka S&P 500 mengarah lebih tinggi.

Dikutip dari Investor's Business Daily, jatuhnya inflasi ke target The Fed sebesar 2 persen secara tahunan sementara angka pengangguran masih di bawah 4 persen dan pertumbuhan ekonomi yang solid membantu menjelaskan mengapa para pembuat kebijakan mulai tidak terlalu khawatir terhadap kebangkitan inflasi.

Tingkat Inflasi PCE November

Sesuai dengan perkiraan, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, atau PCE, turun 0,1 persen di bulan November. Tingkat inflasi umum tahunan turun menjadi 2,6 persen, di bawah perkiraan 2,9 persen sebelum data inflasi sebelumnya direvisi ke bawah.

Biasanya, pengambilan keputusan Federal Reserve lebih menekankan pada inflasi inti, sehingga tidak memperhitungkan volatilitas harga pangan dan energi. Indeks harga PCE inti naik 0,1 persen di bulan November, sebenarnya 0,06 persen tidak dibulatkan, lebih kecil dari perkiraan 0,2 persen.

Sedangkan tingkat inflasi inti 12 bulan turun menjadi 3,2 persen, di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 3,4 persen.

Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan, para pengambil kebijakan ingin melihat data inflasi yang terkendali selama enam bulan untuk memastikan bahwa tren disinflasi tidak berlalu begitu saja. "Dalam basis enam bulan, inflasi PCE berjalan pada tingkat tahunan sebesar 2 persen, sementara inflasi PCE inti telah turun tepat di bawah target inflasi The Fed sebesar 2 persen," ujarnya


Kemungkinan Penurunan Suku Bunga Fed Tumbuh

Setelah laporan PCE bulan November, perkiraan pasar menunjukkan kemungkinan 86 persen bahwa penurunan suku bunga pertama akan dilakukan pada pertemuan tanggal 20 Maret, naik dari 79 persen pada hari Rabu. Pasar sekarang melihat peluang 48 persen atau 1,75 poin persentase dalam penurunan suku bunga tahun depan, naik dari 38% sebelum revisi data inflasi sebelumnya diterbitkan pada hari Kamis dengan perkiraan terbaru pertumbuhan PDB Q3.

Meskipun The Fed memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin pada tahun 2024 dalam proyeksi terbarunya, pasar telah memperkirakan penurunan suku bunga dua kali lipat, dan mereka semakin dekat dengan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin lagi.

Surutnya inflasi yang cepat membuat kisaran suku bunga dana federal saat ini sebesar 5,25 persen hingga 5,5 persen terlihat semakin membatasi.

Tingkat pengetatan kebijakan moneter The Fed mencerminkan tingkat dana federal yang sebenarnya, yang berarti seberapa besar tingkat suku bunga utama melebihi tingkat inflasi. Pada kuartal ketiga, suku bunga dana federal riil berada di antara 3,25 persen dan 3,5 persen. Hal ini sebanding dengan perkiraan jangka panjang The Fed mengenai tingkat kebijakan netral sebesar 0,5 persen di atas target inflasi 2 persen. Tingkat netral adalah tingkat yang tidak membatasi atau meningkatkan pertumbuhan.

Inflasi Super Inti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.