IAEA: Korut Operasikan Reaktor Nuklir Baru
📅 Sabtu, 23 Des 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Joe Klamar
SEOUL - Reaktor kedua di fasilitas nuklir Yongbyon Korea Utara (Korut) tampaknya telah beroperasi, menurut badan atom PBB. Yongbyon adalah kompleks nuklir utama Korut dan pusat bagi reaktor nuklir pertamanya, dengan kapasitas lima megawatt, dan merupakan satu-satunya sumber plutonium untuk program senjatanya.
Reaktor kedua yang adalah sebuah reaktor air ringan, kini juga tampaknya telah beroperasi, berdasarkan pengamatan bahwa air hangat dikeluarkan dari reaktor tersebut, ungkap Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/12) malam.
"Pembuangan air hangat merupakan indikasi bahwa reaktor telah mencapai kondisi kritis," kata Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, dalam sebuah pernyataan.
Dalam pengoperasian reaktor nuklir, kekritisan adalah keadaan di mana reaksi berantai nuklir berlangsung secara mandiri, menurut para ahli.
Sejak Korut mengusir inspekturnya pada tahun 2009, IAEA tidak diberi akses ke negara tersebut. Sejak saat itu, badan tersebut terutama mengandalkan citra satelit untuk memantau Korut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tanpa akses terhadap fasilitas tersebut, Badan tersebut tidak dapat memastikan status operasionalnya," kata Grossi, seraya menekankan bahwa konstruksi dan pengoperasian reaktor air ringan (LWR) bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan sangat disesalkan.
"LWR, seperti reaktor nuklir lainnya, dapat menghasilkan plutonium dalam bahan bakar radiasinya, yang dapat dipisahkan selama pemrosesan ulang, sehingga hal ini memprihatinkan," tutur Grossi.
Plutonium, yang merupakan bahan utama senjata nuklir, diyakini diperoleh melalui pemrosesan ulang batang bahan bakar bekas yang dihasilkan selama pengoperasian reaktor nuklir pertama di Yongbyon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kantor berita Korea Selatan (Korsel),Yonhap, juga melaporkan bahwa pernyataan IAEA menyatakan bahwa reaktor air ringan yang lebih besar telah mulai beroperasi di Yongbyon.
Korut diketahui telah melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006 dan melakukan uji coba nuklir keenam dan terkuat pada September 2017 lalu.
Pada Maret tahun ini, pemimpin Korut, Kim Jong-un, menyerukan perluasan produksi bahan nuklir tingkat senjata ketika Pyongyang meluncurkan hulu ledak nuklir taktis baru yang lebih kecil. Pada Senin (18/12) lalu, Korut bahkan meluncurkan misil balistik antarbenua berbahan bakar padat Hwasong-18, senjata terbesar yang ada di gudang senjatanya.
Kim pada Kamis juga memperingatkan melalui media pemerintah negaranya bahwa Pyongyang tidak akan ragu melancarkan serangan nuklir jika diprovokasi dengan nuklir.
Janji Korsel
Sementara itu Korsel berjanji akan membubarkan aliansi dengan Amerika Serikat (AS) apabila Korut melakukan denuklirisasi. hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Korsel, Shin Won-sik, pada Kamis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!