Mandi Khatulistiwa Ala Prajurit Pengawal Samudera
📅 Kamis, 21 Des 2023, 00:14 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: istimewa
JAKARTA - Deburan ombak mewarnai tradisi Mandi Khatulistiwa yang dilaksanakan segenap prajurit KRI Frans Kaisiepo (FKO) - 368 yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL saat melintas tepat di garis Khatulistiwa, bertempat di Laut Mediterrania, Selasa (19/12).
Menurut siaran persnya, tradisi Mandi Khatulistiwa ini dilaksanakan prajurit KRI Frans Kaisiepo (FKO) - 368 di tengah-tengah pelayaran lintas laut kembali ke Tanah Air seusai melaksanakan misi perdamaian di Lebanon dan akan digantikan oleh Satgas Maritime Task Force Konga XXVIII-O selanjutnya yakni KRI Diponegoro 365.
Menurut Komandan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, tradisi ini merupakan pengejawantahan nilai-nilai luhur untuk membangun semangat juang dan karakter prajurit Jalasena saat bertugas di kapal perang dan bersosialisasi dengan masyarakat maritim.
"Mandi Khatulistiwa merupakan tradisi pelaut dunia ketika melintasi Equator atau yang dikenal dengan sebutan garis Khatulistiwa. Momen ini tentunya menjadi pengalaman perdana bagi beberapa prajurit Satgas yang baru pertama kali melaksanakan pelayaran dalam rangka mengemban misi perdamaian," ungkap Dansatgas.
Dalam prosesi Mandi Khatulistiwa ini beberapa prajurit Satgas bertindak sebagai Dewa Neptunus (Dewa Samudera), Dewi Amfirite (Permaisuri Neptunus), Kapten Davy Jones dan para punggawa. Satu persatu para pelaut muda dicelup ke dalam air "khusus" sebelum menghadap Dewa Neptunus untuk disucikan agar bersih dari kotoran daratan, dan diterima menjadi warga laut serta dilindungi dari malapetaka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Usai pencelupan dilanjutkan dengan prosesi meminum air kehidupan dengan tujuan agar para pelaut muda yang telah melaksanakan Mandi Khatulistiwa semakin kuat.
Selain Mandi Khatulistiwa, dilaksanakan pula penyerahan cincin Satgas kepada seluruh prajurit Satgas. Filosofi yang terkandung dalam cincin ini selain sebagai identitas, cincin ini melambangkan ikatan persaudaraan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap almamater.
Cincin Satgas yang di dalamnya terdapat lambang dan tulisan sarat makna selain menjadi pengingat juga merupakan booster untuk senantiasa menjaga nama baik, kehormatan, dan kebanggaan prajurit Satgas, mempererat Espirit de Corps, semangat kekeluargaan, serta mengejawantahkan motto Siap-Sigap-Handal dan semboyan Pacis Nautae dalam keseharian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bentuk apresiasi, dilaksanakan pula upacara tradisi penyematan brevet kehormatan kapal permukaan yang dipimpin langsung oleh Dansatgas berdasarkan Keputusan Pangkoarmada RI. Upacara juga dirangkai dengan penganugerahan Bintara Teladan kepada Serka BEK Andi Ardianto dan Tamtama Teladan kepada KLS ETA Diki Bagus dan diakhiri dengan pembagian sertifikat oleh Komandan Satgas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!