Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TPP PKK: Hari Ibu sebagai pengingat jasa pejuang wanita Indonesia

📅 Rabu, 20 Des 2023, 16:30 WIB | Oleh:
TPP PKK: Hari Ibu sebagai pengingat jasa pejuang wanita Indonesia Doc: ANTARA/tangkapan layar.
Ket. Podcast bertajuk "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" yang disiarkan di saluran YouTube BPSDM DKI Jakarta, Rabu (20/12)

Jakarta -- Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Provinsi DKI Jakarta Apt. Dra. Arijaty Azhari mengemukakan Hari Ibu sebagai momen mengingat serta melanjutkan perjuangan para pejuang wanita di Indonesia.

"Kalau di luar itu ada peringatan Mother's Day sementara kita Hari Ibu. Ini beda. Mother's Day memang betul sebagai hari penghormatan kepada ibu," kata Arijaty dalam diskusi yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, peringatan Hari Ibu di Indonesia adalah hari penghormatan perempuan sebagai tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.

Arijaty menjelaskan, sejarah perayaan Hari Ibu di Indonesia juga sarat dengan kerja-kerja para perempuan dalam memajukan Indonesia. Perembukan Hari Ibu juga memakan waktu yang tergolong lama.

Sejarah Hari Ibu bermula saat adanya pergelaran Kongres Sumpah Pemuda. Kemudian dari adanya dorongan itu, disepakati Kongres Perempuan Indonesia pada 22 sampai 25 Desember 1928.

Dalam kongres yang dihadiri 30 organisasi perempuan yang tersebar di 12 kota Pulau Jawa dan Sumatera itu, mereka membahas sejumlah masalah seperti peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, perbaikan gizi, kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan dini bagi perempuan dan lain-lain.

Kongres Perempuan Kedua pun kemudian digelar pada Juli 1935. Dari kongres ini kemudian terbentuk Badan Pemberantasan Buta Huruf. Namun puncaknya, pencetusan Hari Ibu dibuat pada Kongres Perempuan Ketiga pada tahun 1938.

Saat itu, seluruh organisasi perempuan seluruh Indonesia menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Kemudian berdasarkan Dekrit Presiden Nomor 136 Tahun 1959, Presiden Soekarno akhirnya secara resmi menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Dari sejarah panjang tersebut, Arijaty pun mengingatkan bahwa betapa perempuan memiliki banyak peran baik dalam keluarga maupun publik. Pada masa pandemi COVID-19 lalu pun, banyak wanita-wanita yang kemudian berperan aktif membantu perekonomian keluarganya.

"Perempuan ini memang luar biasa. Kita harus bangga karena perempuan mempunyai multiperan, ada peran domestik untuk keluarganya ada pula peran publik ketika dia bekerja. Dan kesemua ini adalah peran-peran yang penting dalam rangka pemberdayaan," ujar Arijaty.

Tak hanya itu, Arijaty juga mengatakan bahwa kehadiran PKK juga merupakan bukti bahwa perempuan juga memiliki daya dan peran untuk membantu kemajuan Indonesia melalui program-program yang dijalankan.

Arijaty pun berharap semakin banyak masyarakat yang menghargai dan menghormati peran perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Lima Warkop di Surabaya Ken...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.