Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia: Negara-negara Berkembang Terancam Krisis karena Lonjakan Pembayaran Utang

📅 Rabu, 20 Des 2023, 03:00 WIB | Oleh:

Ketika pembiayaan dari kreditor swasta semakin berkurang, Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral lainnya turun tangan untuk membantu menutup kesenjangan tersebut. Kreditor multilateral memberikan 115 miliar dolar AS pembiayaan baru berbiaya rendah untuk negara-negara berkembang pada tahun 2022, hampir setengahnya berasal dari Bank Dunia.

Melalui IDA, Bank Dunia memberikan pendanaan baru sebesar 16,9 miliar dolar AS kepada negara-negara ini dibandingkan dengan pembayaran pokoknya, hampir tiga kali lipat dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Selain itu, Bank Dunia mengucurkan dana hibah sebesar 6,1 miliar dolar AS kepada negara-negara tersebut, tiga kali lipat jumlah hibah pada tahun 2012.

Laporan Utang Internasional terbaru ini menandai ulang tahun ke-50 publikasi tersebut. Laporan ini menyoroti wawasan penting dari database Statistik Utang Internasional Bank Dunia, sumber data utang luar negeri negara-negara berkembang yang paling komprehensif dan transparan. Edisi baru ini juga menampilkan kerangka analitis yang diperluas, yang melampaui data terbaru untuk memeriksa prospek utang jangka pendek. Laporan ini juga mencakup ikhtisar aktivitas Bank Dunia yang berkaitan dengan utang dan analisis tren yang muncul dalam pengelolaan dan transparansi utang.


"Mengetahui utang suatu negara dan kepada siapa merupakan hal yang penting untuk pengelolaan dan keberlanjutan utang yang lebih baik," kata Haishan Fu, Kepala Statistik Bank Dunia dan Direktur Grup Data Pembangunan Bank Dunia.

"Langkah pertama untuk menghindari krisis adalah memiliki gambaran yang jelas mengenai tantangannya. Dan ketika masalah muncul, data yang jelas dapat memandu upaya restrukturisasi utang agar suatu negara kembali ke jalur menuju stabilitas dan pertumbuhan ekonomi."

"Transparansi utang adalah kunci bagi pinjaman publik yang berkelanjutan dan praktik pemberian pinjaman yang akuntabel dan berdasarkan aturan, yang sangat penting untuk mengakhiri kemiskinan di planet yang layak huni," tegas Fu.


Laporan tersebut mencatat bahwa negara-negara yang memenuhi syarat IDA telah menghabiskan sepuluh tahun terakhir menambah utang mereka dengan kecepatan yang melebihi pertumbuhan ekonomi mereka, sebuah tanda bahaya bagi prospek mereka di tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2022, gabungan jumlah utang luar negeri negara-negara yang memenuhi syarat IDA mencapai rekor sebesar 1,1 triliun dolar AS, lebih dari dua kali lipat angka pada tahun 2012.

Dari tahun 2012 hingga 2022, negara-negara yang memenuhi syarat IDA meningkatkan utang luar negerinya sebesar 134 persen, melampaui peningkatan pendapatan nasional bruto (GNI) sebesar 53 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.