Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok: Junta Myanmar dan Milisi Setuju Gencatan Senjata

📅 Jumat, 15 Des 2023, 14:25 WIB | Oleh:
Tiongkok: Junta Myanmar dan Milisi Setuju Gencatan Senjata Doc: Kyodo
Ket. Sebuah kendaraan lapis baja dikerahkan di depan bank sentral di Yangon, Myanmar, pada 15 Februari 2021, saat masyarakat memprotes militer yang telah menahan Aung San Suu Kyi dan pemimpin lainnya sejak kudeta 1 Februari.

BEIJING/BANGKOK - Tiongkok mengatakan pada Kamis (14/12) bahwa militer yang berkuasa di Myanmar dan aliansi milisi etnis minoritas telah menyetujui untuk gencatan senjata sementara dan melanjutkan dialog dalam perundingan perdamaian yang dimediasi negara itu.

"Tiongkok berharap pihak-pihak yang berkepentingan akan menahan diri secara maksimal dan bersama-sama mewujudkan situasi yang lunak di Myanmar," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, beberapa hari setelah ketiga milisi bersumpah untuk terus berjuang menjatuhkan junta dalam serangan besar yang dilancarkan pada akhir Oktober.

Pembicaraan tersebut diadakan baru-baru ini di Tiongkok, menurut juru bicara Kemlu Tiongkok Mao Ning, seperti diberitakan Kyodo.

Serangan tersebut, bersama dengan serangan oleh kelompok etnis lain dan pasukan bersenjata pro-demokrasi, merupakan tantangan terbesar bagi junta militer sejak menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis dalam kudeta pada Februari 2021.

Aliansi Tiga Persaudaraan, yang terdiri dari kelompok pemberontak etnis Kokang, Palaung, dan Rakhine yang berbasis di Negara Bagian Shan bagian timur, mengatakan pada Selasa, tidak akan pernah mundur dari mendukung "ambisi politik" rakyat Myanmar yang menderita akibat penindasan oleh militer, menurut laporan media lokal.

Pernyataan aliansi tersebut muncul setelah juru bicara junta mengatakan pada Senin, mereka telah mengadakan pembicaraan gencatan senjata dengan kelompok etnis militer yang ditengahi Tiongkok.

Aliansi ini telah mengambil alih 200 posisi militer, termasuk beberapa kota di Shan dan negara bagian Rakhine barat, sejak dimulainya serangan, yang dijuluki "Operasi 1027," setelah diluncurkan pada 27 Oktober.

Myanmar memiliki lebih dari 130 kelompok etnis minoritas yang tersebar di tujuh negara etnis utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.