Hongaria Blokir Bantuan 55 Miliar Dollar AS dari UE untuk Ukraina
📅 Jumat, 15 Des 2023, 13:36 WIB | Oleh: Lili LestariUkraina dan negara tetangganya, Moldova, mengajukan permohonan untuk bergabung dengan UE setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Keduanya diberi status kandidat pada Juni lalu, sementara Georgia disahkan pada saat itu.
Zelensky senang dengan pengumuman UE mengenai keanggotaannya. "Ini adalah kemenangan bagi Ukraina. Kemenangan bagi seluruh Eropa. Kemenangan yang memotivasi, menginspirasi dan menguatkan," tulisnya dalam postingan di X.
Presiden Moldova Maia Sandu mengatakan, menjadi suatu kehormatan untuk berbagi jalan menuju aksesi UE dengan Ukraina. "Kami tidak akan berada di sini hari ini tanpa perlawanan berani Ukraina terhadap invasi brutal Rusia," tulisnya.
Awal tahun ini, Moldova menuduh Rusia berusaha merebut kekuasaan di Chisinau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan menyambut baik tindakan "bersejarah" UE yang membuka perundingan aksesi dengan Ukraina dan Moldova. Ia menyebutnya "langkah penting menuju pemenuhan aspirasi Euro-Atlantik mereka".
Kanselir Jerman Olaf Scholz memuji rekan-rekannya di UE karena menunjukkan "tanda dukungan yang kuat". Ia menambahkan Ukraina dan Moldova adalah bagian dari "keluarga Eropa". Seorang diplomat di pertemuan puncak tersebut mengatakan Scholz menginginkan Orban meninggalkan ruangan agar pemungutan suara dapat dilaksanakan.
Pemimpin Hongaria itu kemudian menjauhkan diri dari rekan-rekannya melalui pesan video di Facebook: "Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa adalah keputusan yang buruk. Hongaria tidak ingin berpartisipasi dalam keputusan buruk ini."
Sebaiknya Anda baca juga:
Orban juga berpendapat Ukraina tidak seharusnya menerima dana dalam jumlah besar dari UE karena negara tersebut bukan bagian dari blok tersebut.
Sebelumnya pada Kamis, Presiden Vladimir Putin mengejek Ukraina dan mengklaim dukungan Barat sudah habis: "Maafkan sikap vulgar saya, tapi semuanya diberikan secara cuma-cuma. Tapi barang gratis itu bisa habis suatu saat nanti."
Pembicaraan untuk bergabung dengan UE bisa memakan waktu bertahun-tahun, sehingga keputusan hari Kamis tidak akan menjamin keanggotaan Ukraina.
Negara-negara calon UE harus meloloskan serangkaian reformasi untuk mematuhi standar mulai dari supremasi hukum hingga perekonomian, meskipun eksekutif UE memuji Ukraina karena telah menyelesaikan lebih dari 90% langkah yang diambil sejauh ini mengenai keadilan dan pemberantasan korupsi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!