Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IUCN: 25 Persen Ikan Air Tawar di Dunia Berisiko Punah Akibat Perubahan Iklim

📅 Selasa, 12 Des 2023, 10:58 WIB | Oleh: Tim Penulis

Status kijang bertanduk pedang berubah dari "punah di alam liar" menjadi "terancam punah" setelah para pelestari lingkungan berhasil memperkenalkan kembali spesies tersebut di Chad.

Antelop saiga yang sebelumnya "sangat terancam punah", statusnya naik menjadi "hampir terancam" dalam daftar. Antara tahun 2015 dan 2022, populasinya, yang sebagian besar tinggal di Kazakhstan, meningkat sebesar 1.100 persen sebagai akibat dari tindakan dan penegakan hukum yang ketat terhadap perburuan liar.

Namun kedua spesies ini berisiko mengalami peningkatan ancaman perubahan iklim di wilayah tempat mereka tinggal.

Kijang bertanduk pedang menghadapi kekeringan yang lebih sering dan parah di wilayah Sahel Afrika. Dan pada 2015, antelop saiga mengalami "kematian massal" karena "suhu dan kelembapan yang sangat tinggi" di wilayah tersebut, menurut para penulis.

"Untuk memastikan hasil dari tindakan konservasi dapat bertahan lama, kita perlu secara tegas mengatasi krisis iklim dan keanekaragaman hayati yang saling terkait," kata Presiden IUCN Razan Al Mubarak.

Daftar Merah IUCN kini mencakup 157.190 spesies, 44.016 di antaranya terancam punah.

Daftar terbaru ini muncul ketika negara-negara berpacu dengan waktu untuk mencapai kesepakatan pada konferensi iklim COP28 tahun ini di Dubai, yang dijadwalkan berakhir pada hari Selasa (12/12).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Belgia Dikepung Gelombang P...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.