Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sanghyang Siksa Kandang Bukan Hanya Sejarah Melainkan Pedoman Relevan

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Sanghyang Siksa Kandang Bukan Hanya Sejarah Melainkan Pedoman Relevan Doc: Antara
Ket. Peserta kirab budaya dalam rangkaian perayaan HUT ke-80 Provinsi Jawa Barat berjalan di jalan Naripan Bandung, Selasa (19/8/2025).

Bandung - Filolog Anggi Endrawan menilai naskah kuno Sunda Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dinilai bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pedoman hidup yang memuat nilai-nilai kemanusiaan dan tata kelola pemerintahan pada masa kerajaan di Tatar Sunda yang relevan hingga masa kini.

"Tidak ada satu pun nilai-nilai kemanusiaan dalam naskah ini yang bertentangan dengan aturan modern. Justru bisa memperkuat identitas dan karakter bangsa," kata Anggi di Bandung, Selasa.

Karenanya, Anggi berharap pemerintah, khususnya Pemprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, dapat memberi dukungan serius terhadap pelestarian dan pengkajian naskah-naskah kuno dari Sunda.

Pasalnya, menurut dia, banyak naskah yang bermakna sangat mendalam. Seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang memiliki makna filosofis yang dalam dan relevansi tinggi terhadap kehidupan masa kini.

"Sanghyang berarti suci, siksa berarti ajaran, dan kandang karesian berarti aturan dengan batasan-batasannya. Naskah ini merupakan panduan hidup, termasuk dalam pengelolaan negara di zamannya," ujar dia.

Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian, diungkapkannya ditemukan di Kabuyutan Ciburuy, Garut, namun diduga memiliki keterkaitan kuat dengan Kabupaten Sumedang, yang hingga kini tercatat masih menyimpan ratusan naskah kuno.

"Sumedang baru satu kali pencarian saja sudah menemukan lebih dari 100 naskah, totalnya 190. Ini membuktikan bahwa Sumedang adalah pusat intelektual sejak zaman kerajaan. Mereka sudah menghasilkan buku jauh sebelum era modern," ucapnya.

Ia menegaskan, warisan intelektual ini menunjukkan bahwa leluhur masyarakat Sunda telah mewariskan sistem kehidupan yang matang dan bernilai tinggi.

"Ini membuktikan bahwa masyarakat Jawa Barat memiliki akar pengetahuan dan tatanan yang kuat. Sayangnya, masih banyak potensi ini yang belum digali," ujarnya.

Diketahui, di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Barat terdapat prosesi pembacaan naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian.

Berdasarkan Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian ditulis pada tahun 1440 saka atau 1518 M, dalam bahasa Sunda kuno pada daun nipah.

Naskah ini oleh sebagian ahli dianggap sebagai pustaka ensiklopedik, yang sekarang tersimpan di Perpustakaan Nasional.

Naskah ini dibagi jadi dua bagian, yang pertama disebut dasakreta selaku "kundangeun urang rea" (ajaran akhlak untuk semua orang).

Sedang yang kedua disebut darma pitutur, yang berisi ilmu pengetahuan (pangaweruh) yang harus dimiliki oleh setiap manusia agar hidup berguna di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.