Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati, PGRI Ingatkan Perubahan Kurikulum Harus Dikaji Mendalam

📅 Minggu, 10 Des 2023, 06:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati, PGRI Ingatkan Perubahan Kurikulum Harus Dikaji Mendalam Doc: ANTARA/HO-Dok PGRI Jateng
Ket. Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof Unifah Rosyidi.

Semarang - Hati-hati, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengingatkan bahwa perubahan kurikulum pendidikan harus dikaji secara mendalam dan diiringi dengan kesiapan seluruh elemen pendukungnya.

"Harus bersama-sama secara terbuka untuk melihat apakah sistem pendidikan dengan perubahan kurikulum sudah tepat waktunya," kata Ketua Umum PB PGRI Prof Unifah Rosyidi di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikansaat Puncak Peringatan HUT Ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Jawa Tengah 2023 yang berlangsung di Universitas PGRI Semarang (Upgris).

Kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo sebentar lagi selesai, dan setiap pergantian kepemimpinan nasional, diakuinya biasanya berimplikasi dengan kebijakan pergantian kurikulum pendidikan.

"Yang menarik, kemarin saat HUT PGRI dan HGN (tingkat nasional), Presiden Jokowi menyitir (pendapat) bahwa salah satu yang menjadi stres kita karena perubahan kurikulum," katanya.

Bukan berarti PGRI alergi terhadap perubahan, kata dia, tetapi perubahan yang dilakukan harus melalui evaluasi dan kajian terhadap sistem yang lama untuk menemukan kekurangan, dan menyempurnakannya.

"Perubahan itu keniscayaan, tetapi yang bagaimana dulu. Perlu kajian mendalam kurangnya ki apa? Apa yang harus diperbaiki. Perubahan itu enggak mengubah 'totally' tetapi mempertahankan yang baik dan mengubah yang kurang," katanya.

Ia mencontohkan penghapusan pilihan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa dalam Kurikulum Merdeka Belajar sehingga siswa dibebaskan untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Menurut dia, konsentrasi IPA, IPA, dan Bahasa adalah kemampuan dasar yang memperkuat siswa sesuai dengan kecenderungannya sehingga perlu tetap diberikan, bukan malah dilebur jadi satu.

"Saya melihat kita bisa belajar apa saja, tetapi kemampuan dasar harus (dikuasai). Di negara lain, kurikulum mungkin tidak terlalu padat, tetapi kemampuan dasar diperkuat," kata Unifah.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Muhdi menyampaikan bahwa perlu dilakukan banyak evaluasi untuk memastikan kebijakan pendidikan mencapai harapan seluruh bangsa Indonesia.

"Momentum ini saya sebut kritis karena bonus demografi. Karena anak-anak yang sekarang ada di sekolah adalah anak-anak yang jadi generasi produktif mulai tahun 2030," kata mantan Rektor Upgris tersebut.

PGRI sebagai organisasi profesi yang menaungi guru, kata dia, memastikan bagaimana guru bisa mengimplementasikan kurikulum secara baik dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.