Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Tata Stasiun Karet Agar Terintegrasi dengan Stasiun Sudirman

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 19:42 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Tata Stasiun Karet Agar Terintegrasi dengan Stasiun Sudirman Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Penumpang menunggu kereta berhenti di Stasiun Karet, Jakarta, baru-baru ini.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menata Stasiun Karet agar dapat terintegrasi dengan Stasiun Sudirman dan BNI City sebagai upaya memudahkan mobilitas penumpang.

"Sekarang kami sedang dalam proses penataan untuk kawasan Stasiun Karet, diintegrasikan dengan kawasan Stasiun BNI Sudirman," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam Talkshow bertema "Peta Strategis 5 Abad Jakarta Menuju Top 50 Global City 2029" di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/7).

Dia mengatakan, integrasi yang diupayakan meliputi sistem pembayaran dan akses penumpang untuk beralih dari satu moda ke moda lain.

Kemudian, untuk memfasilitasi pejalan kaki dan penumpang yang turun dan beralih ke moda transportasi lain seperti MRT, Pemprov DKI menata kawasan Blora.

"Jalan Blora yang tadinya kita prioritaskan untuk kendaraan, dengan konsep car-oriented development menjadi transit-oriented development, maka kita batasi jalannya hanya untuk pejalan kaki," kata Syafrin.

Adapun penataan Stasiun Karet ini menambah jumlah stasiun KRL yang ditata, termasuk Stasiun Palmerah. Totalnya saat ini 13 stasiun KRL yang ditata.

Syafrin mengatakan, penataan juga dilakukan pada Stasiun Tanah Abang. Di sana, kini terdapat halte Transjakarta dan jalur khusus mikrolet atau mikrotrans sehingga tak menggunakan badan jalan.

Lalu, disiapkan pula lokasi parkir bagi pengemudi ojek daring dan pangkalan, sehingga kawasan Stasiun Tanah Abang secara tidak langsung itu lebih tertib.

"Dulu, begitu turun di Stasiun Tanah Abang, kita harus melipir di trotoar yang kecil, dipenuhi oleh mikrolet, pedagang, dan kemudian sulit mau mencari angkutan lanjutannya," kata dia.

Adapun penataan kawasan stasiun, tambah Syafrin, tidak menggunakan APBD, tetapi pembiayaan kreatif dengan pola koefisien lantai bangunan (KLB).

"Jadi KLB-nya, koefisien luas bangunannya itu dihitung, kemudian ada kompensasi untuk dibangunkan infrastrukturnya," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.