Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNICEF: 1 dari 5 Anak di Negara Kaya Hidup dalam Kemiskinan

📅 Kamis, 07 Des 2023, 02:35 WIB | Oleh:
UNICEF: 1 dari 5 Anak di Negara Kaya Hidup dalam Kemiskinan Doc: AFP/Christophe SIMON
Ket. Kemiskinan Anak | Seorang anak perempuan ikut serta dalam aktivitas sosial di luar ruangan di pinggiran Kota Marseille, Prancis selatan, beberapa waktu lalu. Pada Rabu (6/12) UNICEF melaporkan bahwa satu dari lima anak hidup dalam kemiskinan di 40 negara terkaya di dunia.

NEW YORK - Enam puluh sembilan juta atau lebih dari satu dari lima anak hidup dalam kemiskinan di 40 negara terkaya di dunia, kata UNICEF ?dalam laporan terbarunya. Temuan UNICEF ini muncul meskipun terjadi penurunan tingkat kemiskinan anak dari tahun 2012 hingga 2014 dan dari tahun 2019 hingga 2021, sebesar sekitar 8 persen di 40 negara kaya yang dinilai oleh Uni Eropa (UE) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

"Ini setara dengan sekitar enam juta anak dari total populasi anak sebanyak 291 juta," kata ??Innocenti, lembaga penelitian yang ada dibawah naungan UNICEF. "Padahal pada akhir tahun 2021 lalu dilaporkan masih ada lebih dari 69 juta anak dalam kemiskinan di negara-negara kaya tersebut," imbuh laporan Innocenti yang dirilis pada Rabu (6/12).

"Bagi sebagian besar anak-anak, hal ini berarti mereka tumbuh tanpa makanan bergizi, pakaian, perlengkapan sekolah, atau tempat hangat yang cukup untuk dijadikan rumah. Permasalahan ini akan berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental kaum muda," kata Dr Bo Viktor Nylund, Direktur??Innocenti.

Penghitungan UNICEF itu ??didasarkan pada angka kemiskinan relatif yaitu sekitar 60 persen dari pendapatan median nasional, yang sering digunakan di negara-negara maju untuk menentukan tingkat kemiskinan di negara mereka.

Laporan tersebut pun menyerukan tindakan untuk menjamin kesejahteraan anak-anak dan kemauan politik di antara negara-negara yang disurvei, dan menekankan bahwa kekayaan suatu negara tidak secara otomatis mengangkat anak-anaknya keluar dari kemiskinan.

Sejak tahun 2012, kemunduran terbesar terjadi di beberapa negara terkaya. Inggris mengalami lonjakan kemiskinan anak sebesar 19,6 persen dan di Prancis angka kemiskinan anak meningkat sebesar 10,4 persen. Sedangkan di Amerika Serikat, jumlah anak miskin telah turun sebesar 6,7 persen, namun lebih dari satu dari empat anak masih hidup dalam kemiskinan relatif.SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.